FITRAPEDIA

  • Ahmad Arli Hikmawan

Utang Piutang bagaimana?

Updated: Apr 1, 2021

Salam bu ririn /bang arli,izin bertanya,maaf kalau masalah utang piutang urusannya gimana?,kalau ada orang untuk menutupi kebutuhan sehari harinya.gali lobang tutup lobang sampai terjebak rentenir itu urusannya gimana,apakah memanjatkan doa untuk masalah di atas termasuk nilai salah atau benar.


 

Salam. Sudahkah Anda menonton video ini sampai selesai (KRM15 Ibrahim: Hakikat Doa)? Bukankah sudah dijelaskan panjang lebar di situ? Jika memang belum jelas, izinkan saya mempersingkatnya di sini.

1. Doa itu hanyalah salah satu bagian dari ibadah, bisa bagian awal, tengah, atau belakang.

2. Terus kenapa? Artinya, kalau menanyakan sebuah doa boleh atau tidak, tidak bisa sekedar menilainya berdasarkan satu tindakan doa itu saja, melainkan juga mempertimbangkan semua perbuatan yang berhubungan dengan doa tersebut. Atau dalam kasus ini, Anda harus melihat ke belakang, pilihan apa yang Anda ambil di masa lalu yang mengawali terjadinya situasi buruk ini. Apakah ini sebuah kemalangan yang berada di luar kekuasaan Anda sama sekali? Ataukah itu semua akibat kesalahan Anda sendiri karena dikendalikan nafsu? Ini pertanyaan yang sangat penting dan perlu Anda jawab sendiri (tidak perlu diberitahukan ke siapapun).

3. Doa itu benar atau salah, bukan saya, Bu Ririn, atau siapapun manusia yang menilai, cuma Allah yang berhak. Apa artinya? Artinya Anda-lah yang seharusnya berusaha sendiri membuktikan "benar" atau "tidak" doa tersebut di hadapan Allah. Bukan menanyakan ke orang lain. Bagaimana caranya? Ya, sebagaimana dijelaskan di video ini. Sudahkah Anda memenuhi 8 prasyarat manfaat tersebut? Sudahkah Anda mencentang semuanya? Mampukah Anda melaksanakan niat hanya karena Allah semata? Apa ayat-ayat Allah yang tersirat yang berusaha disampaikan YME kepada Anda melalui kejadian ini?

Dalam proses mencari jawaban "mengapa kehidupan saya seperti ini?", Anda harus mampu melepaskan pengaruh nafsu rasa aku, rasa suci, dan rasa minta puji Anda berkenaan dengan topik tersebut. Jadi daripada bertanya apakah sebuah doa itu boleh atau tidak, rasanya lebih tepat jika Anda bertanya ke diri Anda sendiri, apa nafsu yang perlu Anda lepaskan, hak-hak prerogatif Allah yang mana yang perlu Anda kembalikan, berkenaan dengan kemalangan tersebut. Kurang lebih begitu. Semoga cukup jelas.

Silakan membaca-baca ayattersirat.com/fitrapedia untuk menambah wawasan berkenaan dengan hal ini. Ada banyak pertanyaan dari pemirsa yang lain di sana, yang saya kira dapat membantu Anda memahami ilmu kebenaran dengan lebih dalam. Terima kasih.