FITRAPEDIA

  • Ahmad Arli Hikmawan

Perkara Warna Nur Muhammad

Assalamualaikum Bu Ririn & Bang Arli.. Bolehkah saya bertanya dan semoga menjadi pencerahan .

1. Di Vidio Nur Muhammad sempat dikatakan bahwa di Jawa disebut Sedulur 4 kalimo pancer. Dalam ilustrasi Vidio Nur Muhammad ada Jibril Putih,Khidir Kuning,Adam Biru,Hawa Hijau & Ifrit Merah. Didalam Warna sedulur 4 kalimo pancer yang saya tau dr berbagai informasi kalau mereka itu warnanya Hitam,kuning,merah,putih & pancernya hijau. Mohon pencerahannya 👼

2. Al Qur'an adalah Firman dari Allah / Tuhan Semesta Alam. Dalam banyak ayat yang menegaskan kedudukan Tuhan jelas tersurat kata Allah itu sendiri dan ini yang mau saya tanyakan,Kami yang selalu ada dalam ayat2 di Alquran. Siapakah Kami??? Karena itu menunjuk jamak atau banyak. Padahal Allah itu Ahad / Tunggal. mohon bisa di bantu jawabannya Bu Ririn dan bang Arli. Terimakasih

 

Waalaikum salam.

1. Entahlah. Warna Nur Muhammad di sini juga saya belum tahu maksudnya. Ketika saya tanya Bu Ririn, ia juga cuma bisa menjelaskan bahwa ketika melihat Nur Muhammad, feeling itulah yang ia rasakan. Apa artinya? Entahlah. Jika saya hubungkan hal ini dengan science: warna itu bukanlah atribut fisik, melainkan hanya sesuatu yang dipersepsikan oleh organ mata dan otak kita ketika melihat cahaya dengan frekuensi yang berbeda. Jadi? Mungkinkah ini warna fitrah mereka jika kita bisa melihat mereka? Mungkin. Tetapi sekali lagi ini cuma tebak-tebakan. Saya sendiri tidak memiliki kemampuan untuk melihat atau berhubungan dengan mereka secara langsung seperti Bu Ririn.

2. Tentang 'Kami' dalam Al-Quran. Sebagian ada yang mengacu kepada keempat Muhammad, atau termasuk Nur juga. Sementara sisanya, yang saya tahu saat ini, hanyalah sebuah pengucapan yang lebih sopan dalam percakapan. Semacam raja-raja atau ratu-ratu di zaman dulu yang selalu mengacu kepada diri mereka sendiri sebagai 'Kami', meskipun cuma satu orang. Mengapa? Entahlah. Mungkin karena mereka seorang pemimpin yang mewakili rakyatnya. Meskipun ia cuma seorang diri, tetapi ia mewakili banyak orang, makanya menyebut dirinya sebagai 'Kami'. Mungkinkah ini artinya dalam kasus Al-Quran? Mengingat Allah itu Maha Besar sehingga kata 'Aku' tidak cukup untuk merepresentasikan kebesaran-Nya? Atau bisa juga karena dalam kasus tersebut Allah sendiri mewakili lebih dari satu nama dalam Asmaul Husna? Misalnya ketika Maha Besar sekaligus Maha Mengetahui, sehingga perlu menyebut 'Kami'? Belum tahu. Mungkin di masa depan pengetahuan ini akan dibuka.

Semoga cukup jelas.

-arli