FITRAPEDIA

  • Ahmad Arli Hikmawan

Mendidik Anak, Bagaimana?

Updated: Apr 1, 2021

1. Anak saya kan masih kecil kecil, (termasuk adik adik saya yg lahir setelah thn 99) pasti reinkarnasi, dan anak anak harus lulus ujian karena kehidupan sebelumnya tidak lulus. Betul ga?

2. Apakah anak kecil yg reinkarnasi juga di tempeli ataw dipengaruhi roh 1:23?

3. Apakah sikap mereka, suka marah marah, berani mukul dan bentak ke orang tua apakah dipengaruhi roh ataw memang karakter yang mencontoh lingkungan?

3. Anak anak di sekolah agama kan disuruh sholat dan diajatkan adab, diajarkan menutup aurat, disuruh suruh di rumah sholat dan lain lain, itu kan mereka melakukan nya karena takut sama ustadzah, itu gimana? Apa mereka ga usah di suruh suruh gitu?

4. Dari umur berapa sebaiknya anak anak di suruh baca dzikir dan doa biar bisa mengerjakan ilmu kebenaran? Soalnya sekolah dan lingkunngan selalu ngajarin ajaran kebaikan?

Ayo sholat nak, aya ngapalin quran, sementara anaknya ga tw manfaatnya

 

Salam. Berikut ini informasi yang saya tahu aja. Semoga dapat diterima dengan fitrah.

1. Kita semua nggak akan bisa sekali hidup doank bisa sampai standar yang diinginkan YMK. Sampai sekarang belum ada satu orang pun yang mencapai titik itu. Jadi kurang tepat pernyataan Anda tersebut. Gantian, lebih tepatnya. Nanti setelah Anda mati, Anda pun harus ngantri lagi supaya bisa melanjutkan sekolah kehidupan.

2. Bisa iya. Ini ceritanya panjang sekali. Yang jelas jika Anda berpikiran bahwa jika kelakuan anak tidak bisa diatur itu = pengaruh roh, tidak. Tidak sesederhana itu kenyataannya.

3. Sama dengan jawaban nomor 2. Silakan ditonton terus aja semua video di Channel ini sehingga Anda mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai jawaban dari pertanyaan ini.

3. Ini jawaban yang Anda harus pikirkan sendiri. Apapun itu yang Anda lakukan, dalam ilmu kebenaran yang terutama adalah lakukanlah dengan menggunakan fitrah, bukan nafsu. Ini pun penjelasannya panjang lagi. Silakan tonton video-video selanjutnya untuk mendapatkan gambaran yang lebih detil.

4. Sama dengan pertanyaan sebelumnya. Singkatnya, kelakuan anak, tugas mendidik mereka, atau segala macam hal yang berhubungan dengan generasi penerus masa depan ini, jika kita mau mempraktekkan ilmu kebenaran, harus diubah dulu paradigma dalam memandangnya, dari paradigma kebaikan menjadi paradigma kebenaran.

Apa bedanya? Bahwa itu merupakan ujian bagi kita sebagai orang dewasa, kesempatan untuk meningkatkan keikhlasan kita di hadapan Allah dalam sekolah kehidupan, bukan sekedar "membantu" generasi selanjutnya, bukan sekedar "kewajiban" untuk mengarahkan mereka, dan semacamnya. Sangat panjang kalau dijelaskan di sini dari awal hingga akhir. Sekali lagi, (mohon maaf jika berulang-ulang jawabannya), silakan ditonton dulu semua video-video yang ada di sini dari awal hingga akhir supaya Anda mendapatkan pemahaman yang lebih lengkap sehingga bisa menemukan jawaban dari pertanyaan Anda sendiri di atas. Dan jangan lupa cek ayattersirat.com/fitrapedia. Terima kasih.

-arli