FITRAPEDIA

  • Ahmad Arli Hikmawan

Memilih Kodrat Fitrah

Salam dan terimakasih Ibu Ririn dan Mas Arli atas video"nya. Jadi menurut persepsi saya, dalam berinteraksi dengan sesama sehari hari disaat situasi dan kondisi yang berbeda, kemudian dihadapkan satu ujian yang harus saya selesaikan, saya harus mampu memilih kodat fitrah mana yang lebih bermanfaat untuk saya gunakan diantara 4 kodrat fitrah yg lainya untuk menyelesaikan ujian kehidupan tersebut, begitupun seterusnya dalam ujian" kehidupan selanjutnya dengan mendahulukan hubungan kepada Allah dahulu kemudian hubungan kepada manusia selanjutnya. Walau kenyataanya sangat sulit saya laksanakan, tapi saya harus berusaha disertai sadar, tabah, sabar. Mudah"an saya mampu melaksanakanya dengan iklas dan syukur dengan niat karena Allah. Amiin ya robbal alamin.

 

Iya betul. Tetapi jika boleh menambahkan, memilih Kodrat Fitrah mana yang tepat bukanlah sebuah keharusan. Ketika disebutkan di sini bahwa ada ujian kehidupan yang paling cocok dijawab dengan Kodrat Adam, bukan berarti kita tidak bisa menjawabnya dengan Kodrat Khidir. Melainkan akan LEBIH MUDAH bagi kita untuk bisa ikhlas dengan nilai 7.5 jika kita menggunakan pendekatan Adam, daripada Khidir. Atau bisa juga karena Konsekuensinya secara jasmani lebih minimal (sekaligus lulus 7.5) jika kita menggunakan cara-cara Adam, daripada Khidir.

Hal ini berarti kita sebenarnya masih bisa juga mendapatkan nilai keikhlasan dengan 7.5 dengan menggunakan pendekatan Khidir, tetapi LEBIH SUSAH. Atau masih bisa lulus juga, tetapi konsekuensinya secara jasmani lebih berat di masa depannya bagi diri kita.

Dalam kondisi ini, jika kita Manusia yang Dikehendaki dan setelah diukur-ukur lebih bermanfaat bagi kita secara rohani untuk bisa melalui ujian ini dengan cepat dan tepat, Malaikat Muqorrobin Lummah dan Syariat akan mendorong kita untuk menggunakan pendekatan Adam daripada Khidir. Tetapi jika setelah diukur-ukur lebih bermanfaat bagi kita secara rohani untuk melalui ujian ini dengan lama dan terseok-seok (misalnya supaya bisa sekalian menggerus nafsu kita di bidang yang lain yang masih berhubungan), maka MM Lummah dan Syariat akan mendorong kita menggunakan pendekatan Khidir.

Jadi ceritanya lebih rumit lagi dari yang dibayangkan. Informasi yang ditekankan dalam episode ini bertujuan untuk mengingatkan mereka yang cenderung hanya menggunakan satu jenis Fitrah saja dalam menghadapi seluruh ujian kehidupannya, bahwa pilihan tersebut meskipun baik, belum tentu benar.

Semoga cukup jelas.

-arli