FITRAPEDIA

  • Ahmad Arli Hikmawan

Malam Lailatul Qadr, perspektif Ilmu Kebenaran?

Bagaimana menurut ilmu kebenaran mengenai malam Laillattul Qadar mas....

 

Salam. Saya akan mencoba menjawab menggunakan fitrah.

Entahlah. Sisi lailatul qadr yang mana? Bisa lebih spesifik?

Anda sudah menonton video-video di sini dari awal hingga akhir? Atau membaca buku-bukunya Bu Ririn? Jika belum saya menyarankan untuk memulainya dari awal. Mengapa? Karena seharusnya pada titik ini Anda sudah bisa menjawab pertanyaan itu sendiri.

Sebab jika sisi lailatul qadr yang Anda maksud itu yang berkenaan dengan betapa spesialnya waktu tersebut, betapa banyak pahala dan keutamaannya, maka sebagai referensi, saya akan menjelaskan dengan singkat sekarang berdasarkan informasi yang saya tahu saja secara umum.

1. Kita, jika ingin naik kelas, beranjak dari level TK, harus berhenti menggunakan pola pikir imbalan & hukuman dalam beribadah. Kita harus fokus pada manfaat dan mudaratnya buat diri kita sendiri, orang lain, lahir dan batin.

2. Kualitas seorang manusia diukur berdasarkan kemurnian niatnya, keikhlasannya dalam mengisi segala bidang yang wajib diisi demi membuahkan manfaat; dari kesadaran, ketabahan, dan kesabaran dalam menjalani kehidupan.

Kesimpulannya, memang disarankan bagi kita semua untuk berhenti menganggap hubungan dengan Allah seperti jual-beli yang dinamikanya juga termasuk penawaran diskon pada waktu-waktu tertentu. Sebab rumus utama ilmu kebaikan, kecenderungan utamanya, adalah menawarkan janji imbalan yang sangat besar untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang diharapkan dapat mengantarkan manusianya kepada kemuliaan. Sayangnya, hal itu hanya berlaku untuk kemuliaan di hadapan sesama manusia.

Kemuliaan di hadapan Allah ditentukan berdasarkan dua poin yang di atas tadi, bukan karena tindakan yang dilakukan hanya karena mengharap balasan dari YMK. Jadi, hubungan antara bobot (kualitas) sebuah perbuatan dengan waktu pelaksanaannya, bukan tergantung pada saat-saat tertentu saja yang bisa dipukul rata semacam ini, melainkan spesifik tergantung rentang kodrat-irodat individu manusianya. Atau gampangnya, jika memang ingin melakukan perbuatan bermanfaat, tidak perlu menunggu hari-hari tertentu karena setiap hari merupakan hari yang spesial.

Kurang lebih ini jawabannya, jika pertanyaan Anda berkenaan dengan betapa spesialnya atau keutamaan dari malam Lailatul Qadr. Tetapi jika pertanyaannya bukan itu, melainkan sisi yang lain lagi. Saya belum tahu secara spesifik saat ini. Mungkin jika sudah waktunya nanti akan dibicarakan secara spesifik dalam satu video tertentu.

Semoga cukup jelas. Terima kasih atas pertanyaannya.

-arli