FITRAPEDIA

  • Ahmad Arli Hikmawan

Irodat Bersih penting untuk Menambal Pemahaman

Berarti sosok guru manusia itu udah gak berlaku di zaman ilmu kebenaran ini kak..

 

Salam. Setelah menonton, benarkah seperti ini kesimpulan yang bisa Anda ambil? Jika iya, maka saya punya kecurigaan permasalahan yang sedang Anda alami. Jika berkenan mendengarnya, silakan dilanjutkan bacanya. Jika tidak, silakan berhenti di sini.

Problem: Kurang wawasan Kodrat-Irodat mengenai hubungan antara Guru-Murid; dalam bayangan Anda seolah hanya ada satu macam cara, padahal sebenarnya bisa bermacam-macam bentuknya. Selain karena rentang Kodrat-irodat yang berbeda-beda, juga karena kombinasi pengaruh Nafsu dan Fitrah.

Solusi: Memperluas wawasan tersebut.

Langkah-langkahnya:

1. Definisikan hubungan Guru-Murid yang Anda ketahui selama ini, buat daftar karakteristik atau ciri-cirinya.

2. Cari contoh hubungan antara Guru-Murid yang berbeda dari nomor 1 tadi. Entah itu dari cerita fiksi, non-fiksi, dari budaya yang berbeda, bangsa yang berbeda, dari mana aja boleh. Yang jelas harus berbeda dari nomor 1. Minimal 5 contoh berbeda.

3. Bandingkan poin nomor 1 dengan nomor 2. Dari daftar wujud hubungan yang berbeda-beda tersebut, mana yang lebih dekat ke Fitrah: Kasih atau Sayang, dan mana yang lebih dekat ke Nafsu: Rasa Aku, Rasa Suci, atau Rasa Minta Puji?

4. Kombinasikan wujud hubungan Guru-Murid yang paling fitrah jadi satu.

Nah, setelah 4 langkah ini, akan kebayang jawaban pertanyaan Anda tersebut.

Mengapa jawaban saya seperti ini? Perintah dari Bos. Harap maklum. Dalam kolom komentar, saya diperintahkan untuk mengajak pemirsa Irodat Bersih sendiri-sendiri daripada sekedar memberikan jawaban yang bisa langsung ditelan.

Semoga berkenan menerimanya. Terima kasih.

-arli