FITRAPEDIA

  • Ahmad Arli Hikmawan

Identitas Khidir

Salam mas Arli. Siapakah Khidir yang disebutkan dalam Quran Surah Al Kahfi 65-82? Diceritakan Khidir yang mengajari Ilmu Hikmah kepada nabi Musa namun gagal karena kurang bersabar. Apakah Khidir disini adalah seorang St Germain/Elia/Ascended Master sosok sang hidup yg abadi

 

Itu baru Khidir beneran setahu saya.

 

@Ayat Tersirat Dalam video dikatakan bahwa Khidir selalu menyembunyikan dari perhatian siapapun, antara lain dengan mengaku sebagai Jibril. Mengapa hanya dengan Nabi Musa dalam Surah Al Kahfi Khidir menjelma sebagi wujud aslinya?

 

Meskipun kita membaca Al-Quran dan mendapatkan dengan jelas ada dua tokoh yang berada dalam cerita:

1. 'Musa' yang kita kenal sebagai salah satu nabi dan rasul dalam cerita yang lain.

2. 'Khidir' yang disebutkan di situ sebagai makhluk yang misterius dan konon lebih bijak dari nabi.

Bukan berarti dalam kejadian yang sebenarnya di masa lalu, tokoh nomor 1 tersebut benar-benar menggunakan nama 'Musa' seperti yang kita kenal sekarang. Dan sebaliknya, hal ini bukan berarti Khidir (dalam kejadian sebenarnya) benar-benar menggunakan nama 'Khidir' ketika memperkenalkan dirinya kepada Musa. Kita, sebagai pembaca Al-Quran, ibarat mendapatkan peran sebagai 'penonton' atau 'pembaca' yang diberikan konteks singkat tetapi cukup jelas akan kejadian tersebut agar kita bisa mengambil ilmu/manfaat dari situ. (Sebab kalau dibikin seperti novel kepanjangan nanti.)

Selain itu, setahu saya, pencantuman nama Khidir dalam Kitab tersebut adalah:

1. entah itu petunjuk dari Jibril di alam rohani yang mengharuskan, atau

2. dorongan/paksaan dari Adam, Eva, dan/atau Ifrit, yang ikut berkolaborasi dalam menyusunnya.

Ibarat kerja kelompok ketika di sekolah, harus ada 'tanda tangan', alias sebuah bentuk pertanggungjawaban akan hasilnya. Makanya nama mereka harus tercantum di dalamnya, meskipun dalam cerita yang berbeda-beda, meskipun tidak secara eksplisit mengaku sebagai penyusunnya. Jika sebelumnya Khidir bisa mengelak dan menghilangkan (atau mengaburkan) namanya/pengaruhnya dalam agama-agama lain (atau mencatut nama Jibril), kali ini Khidir terpaksa karena (entah) alasan nomor 1 atau 2 di atas.

Setidaknya itu yang saya tahu sampai titik ini.

-arli