FITRAPEDIA

  • Ahmad Arli Hikmawan

Elit Global dan Teori Konspirasi

Sifat Khidir ini agak mirip sama siafat elite global. Tidak terlihat tapi berkuasa. Apakah kelompok rahasia ini diketahui oleh beliau. Dan kelompok ini berbahaya apa justru bermanfaat bagi tatanan dunia. Karena saat ini seluruh umat manusia terjebak oleh sistem tatanan yang mereka bikin.

 

Anda jangan terlalu fokus ke Obyek. Sudahkah Anda memahami konsep yang disebut sebagai Kembali ke Subyek? Ketahuilah bahwa semua hal yang terjadi di dunia ini, baik ataupun buruk masih berada di alam Kehendak Statis Allah juga. Kita, sebagai manusia, merupakan sisi Dinamis dari Kehendak Statis tersebut.

Apa artinya? Artinya kalau mau meningkatkan kedudukan kita di hadapan Allah, harus selalu Sadar bahwa siapapun yang berkuasa secara jasmani di alam nyata ini tidaklah penting. Manusia mau berkuasa atau tidak, tetap memiliki peluang yang sama untuk meningkatkan keimanannya. Allah Maha Adil, setiap tindakan yang manusia pilih akan kembali pada dirinya sendiri, termasuk siapapun itu yang Anda gunakan sebagai kambing hitam untuk seluruh permasalahan di dunia ini. Jika mereka memang menghasilkan kemudaratan, maka hal itu pun akan mereka pertanggungjawabkan di hadapan Allah.

Tetapi di luar itu, Anda juga harus Sadar, bahwa jika memang mereka mengakibatkan kemudaratan, hal ini semata-mata merupakan ujian bagi kita semua: bagi manusia yang harus menghadapi efek kemudaratan tersebut (jika memang benar ada). Ini berarti, dalam perspektif kedudukan kita secara pribadi di hadapan Allah, mereka semata-mata merupakan lewatan Allah untuk menguji diri kita.

Kita bisa memilih untuk melepaskan hak-hak prerogatif Allah dalam prosesnya, atau kita bisa menyalahkan mereka atas segala kesusahan yang kita hadapi. Langkah pertama bisa meningkatkan keimanan kita di hadapan Allah sedangkan langkah kedua tidak. Langkah pertama itu merupakan contoh Kembali ke Subyek, sedangkan langkah ke dua adalah contoh Fokus ke Obyek. Langkah pertama mengutamakan kedudukan di hadapan Allah, sedangkan langkah kedua mengutamakan kedudukan di hadapan sesama manusia.

Ini merupakan Pilihan Hidup bagi kita semua.

Semoga cukup jelas.

-arli