FITRAPEDIA

  • Ahmad Arli Hikmawan

Bagaimana agar tidak mengkultuskan?

kalo kami juga menyakini bu ririn, apa tidak masuk pada pengkultusan. gimana cara supaya tidak jatuh kultus, karena kita sendiri ndak bisa mwmbuktikan kebenaran orang yg menyampaikan

 

Salam.

Pertanyaan yang menarik. Sebelum menjawab pertanyaan ini, Anda harus berpikir terlebih dahulu di manakah batas antara penghormatan dan pengkultusan?

Saya akan coba sederhanakan dalam satu kalimat: rel sebelah kiri vs rel sebelah kanan.

Penghormatan atau penghargaan sesama manusia itu meliputi segala hal yang berkenaan dengan rel sebelah kiri. Nah, kalau sudah mulai merembet ke rel sebelah kanan, maka itu sudah mulai ranah pengkultusan.

Apa maksudnya?

Berbagai macam informasi di sini misalnya. Semua cerita dan pelajaran di sini merupakan CONTOH SOAL, untuk membantu siapapun yang berkenan untuk menonton agar bisa MENJAWAB UJIANNYA SENDIRI-SENDIRI yang masing-masing memiliki keunikan. Oleh karena itu, jangan sampai mengira kalau sekedar COPY PASTE informasi di sini, sekedar meniru jawabannya tanpa mempertimbangkan rentang kodrat-irodat pribadi yang berbeda-beda, situasi dan kondisi yang bermacam-macam, otomatis LANGSUNG BENAR jawabannya.

Jika Anda beranggapan sekedar menjalankan 'perintah' atau 'larangan' yang tersirat dalam video-video ini sudah pasti benar di hadapan Allah, maka Anda sudah berada dalam tahapan mengkultuskan.

Atau kalau disingkat lagi:

"Semua informasi di sini mohon jangan ditelan bulat-bulat, melainkan dicerna terlebih dahulu, dipahami, dan dilaksanakan dengan penuh kesadaran, ketabahan, dan kesabaran di hadapan Allah. Sebab memang satu-satunya yang mampu membimbing Anda untuk melaksanakan STSA tadi: sadar, tabah, dan sabar dengan niat karena Allah semata, hanyalah MALAIKAT MUQORROBIN LUMMAH dan SYARIAT. Titik.

Semoga cukup jelas. Terima kasih.