FITRAPEDIA

  • Ahmad Arli Hikmawan

Serba-serbi pertanyaan

Salam bu Ririn dan mas arly Saya sangat berterimakasih dgn adanya konten ini, dan bisa ketemu di youtube. seakan bisa menjawab pertanyaan hati saya tentang mahluk gentayangan (hantu/roh halus) awal kehidupan dan alam kematian. Yg belum jelas saya dapatkan selama ini. Setelah berteman dgn anak indigo baru saya dibuat bingung dgn adanya beraneka macam cerita mahluk lain.yg waktu itu saya anggap omong kosong karena cukup dgn syariat/ ilmu kebaikan sudah cukup menjalani hidup ini. Tetapi akhirnya jiwa saya kok berontak tatkala melihat takbir dikumandangkan dgn amarah, saling menghujat caci maki membela agama, berjihad dgn bom bunuh diri segala macam. Bukannya agama itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Kok malah skr jadi keras beringas membela agama. Itu menjadi pertanyaan bathin yg tidak bisa di ceritakan pada orang lain. Smp akhirnya bertemu konten ini. Jadi merasa mulai tercerahkan. Sy telah menonton nur muhammad, awal kehidupan dan kematian.baru Tfy 1smp12. Dan akan lanjut kedepannya. Cuma sy ingin bertanya disini. 1.apakah kelima nur muhammad telah terlepas dari nafsu rasa aku, rasa suci dan rasa minta puji? 2.apakah dgn sudah ditetapkannya ilmu kebenaran maka manusia tidak perlu lagi menjalankan ibadah pada ilmu kebaikan? 3.apakah ada juga dibagian negara lain nur muhammad juga memberikan pencerahan kepada orang seperti ibu Ririn? Animasinya di konten nur muhammad keren. 👍 simpel dan mudah dipahami. Membuat ku tergugah menontonnya. Semoga komentku dibaca dan dijawab. Terima kasih bu Ririn dan mas arly.

 

Salam. Berikut ini sebatas informasi yang saya tahu saja. Mohon diterima dengan fitrah. 1. Entahlah. Bu Ririn juga nggak tahu. Nggak berani tanya, takut ditambahin pekerjaannya. Yang jelas, kalau berdasarkan konsep piramida penyesatan, yang dibahas di video sebelumnya, lupa yang mana, karena mereka paling awal turun ke sini, seharusnya mereka pun pulangnya juga paling belakang, ya. Tetapi saya belum mendapatkan kepastian mengenai hal ini. 2. Tidak perlu? Tergantung ibadah kebaikan yang mana. Tergantung level keimanan individu manusianya. Tergantung juga pada rentang kodrat-irodatnya. Singkatnya begini: bagi seorang manusia yang dilahirkan kaya, segala sesuatunya mudah, sekedar menyumbangkan sebagian kecil hartanya ke orang lain itu mungkin akan dibimbing oleh MM untuk ditinggalkan. Mengapa? Karena angka kodratnya sudah terlalu besar. Ia harus mencari perjuangan lain yang lebih besar manfaatnya kalau pengen dapat nilai irodat positif. Tetapi bagi manusia yang hidupnya susah dan dilahirkan miskin? Masih ada nilainya kemungkinan besar. Ini maksud "tergantung dari rentang kodrat-irodatnya". Kemudian "tergantung level keimanan individunya". Kalau masih level SD, perbuatan-perbuatan bermanfaat yang level SD bagi mereka mungkin masih bisa dilakukan. Tetapi setelah mereka masuk SMP, ya harus diisi dengan perbuatan bermanfaat level SMP donk. Harus naik kualitas perbuatan bermanfaatnya. Nggak bisa menggunakan standar SD. Tetapi ya itu, individu manusia beda-beda. Nggak bisa dipukul rata. 3. Entahlah. Nanti kalau sudah mulai terkenal, mungkin baru tahu. Setahu saya sih tidak ada yang sampai setinggi ini. Semoga cukup jelas. Terima kasih -arli

 

@Ayat Tersiratterima kasih 🙏 sangat jelas mas Arli, cuma di pertanyaan yg kedua, maksud saya ibadah wajib di jaman kebaikan seperti sholat lima waktu, puasa dibulan Ramadhan, apa sudah tidak harus dikerjakan di jaman kebenaran skr ini...

 

@Ayat Tersirat masya Allah,kok bisa pas gitu ya terjawab dgn jelas di penjelasan Bu Ririn di HK 1 dan HK 2 yg baru saya tonton. Ibadah adalah kebutuhan untuk manusia sendiri. Semoga hidup kita selalu dalam kendali fitrah.biar bisa naik kelas. Amin. Sekali lagi terimakasih Bu Ririn dan mas arli. Sy lanjut nonton dan di ulangi biar bisa ingat meresap ilmu kebenaran ini.