FITRAPEDIA

  • Ahmad Arli Hikmawan

Shalawat sebagai Kebutuhan

Salam bu ririn dan mas arli Maaf mau tanya,ada sholawat muhamadiyah dan sholawat ibrohimiyah bagaimana penjelasannya. Bagaimana sholawat menurut ajaran ilmu kebenaran,karena sholawat adalah kebutuhan kita.

 

Hmm... Saya nggak paham dengan kedua konsep tersebut. Apa signifikansinya? Mengapa Anda bilang itu sebagai kebutuhan? Mungkin nanti di masa depan akan dibahas. Untuk sementara, jika berkenan, mohon dijelaskan pemahaman yang Anda miliki mengenai hal itu, nanti saya akan nimbrung dengan apa yang saya ketahui. Terima kasih. -arli

 

Maksudnya sholawat kepada nabi muhammad saw dan nabi ibrahim as seperti yang ada dalam sholat doa tahiyat. Sholat dan sholawat bukan Allah yg butuh, tapi kita yang butuh. Tentang surat al ahzab ayat 56 tentang sholawat,arti tersiratnya bagaimana mas arli. Terima kasih

 

Oh, itu maksud pertanyaannya. Mengapa manusia dikatakan memiliki kebutuhan untuk mengucapkan shalawat? Oke. Saya ngerti sekarang. Ini ayat yang dimaksud kan? 56. Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. Saya akan coba menjelaskan, semoga dapat diterima dengan pikir, akal, dan rasa yang dikendalikan fitrah, bukan nafsu. Jadi begini, masih ingat cerita mengenai sapu jagad di episode sebelumnya? Nah, ini berhubungan dengan hal itu. Para nabi dan rasul manusia, semuanya - bukan cuma Nabi agama tertentu aja, adalah manusia terdepan yang berusaha menjauhkan umatnya dari api neraka, singkatnya begitu. "Shalawat" di sini, dilihat dari perspektif YMK dan para malaikat adalah pemberian asa (harapan) kepada para nabi dan rasul manusia tersebut, bahwa mereka perlu untuk terus berusaha sebaik mungkin menjalani kehidupan ini sesuai dengan kemampuan mereka. Dan umat manusia lain yang berada di belakang para nabi dan rasul tersebut, kemudian diperintahkan/dianjurkan untuk ikut memberikan semangat (shalawat) kepada para nabi dan rasul tersebut sebagai bentuk solidaritas. Atau sebenarnya kalau mau lebih bagus lagi, bukan cuma sekedar memberi semangat, sang umat juga ikut menjadi yang terdepan kalau mau dan siap dengan konsekuensinya. Mengapa begini? Karena menunggu akhir zaman. Setelah akhir zaman, setelah semua roh (fitrah) manusia sudah turun ke alam nyata, barulah Malaikat Muqorrobin boleh turun dan membantu manusia untuk mengalahkan nafsu. Dengan kata lain, arti tersirat ayat ini ibarat orang tua yang melihat anak-anaknya sedang mencoba menyeberangi sungai. Shalawat di sini adalah bahwa sang orang tua terus memberikan semangat dan mendorong anak-anaknya untuk berusaha sendiri sebisa mungkin sampai mentok. Yang nggak berani mencoba untuk berenang (umat), minimal kasih semangat lah saudara-saudaranya yang pemberani tersebut (para nabi dan rasul). Nanti setelah waktunya tiba (akhir zaman), baru akan muncul bantuan supaya semuanya bisa benar-benar menyeberangi sungai tanpa kecuali (dibantu Malaikat Muqorrobin). Kurang lebih begitu. -arli

 

Oohhh jd arti sholawat adalah asa/harapan dan semangat. Tp dalam tradisi islam, ada hizb dan sholawat sbg dzikir yg di baca. Kalau dzikir tsb dari malaikat tanda kutip yg mencoba memberikan amalan dzikir itu sbg bimbingan kepada yg dikehendakinya,dan masih banyak yg mengamalkanya, apakah akibatnya di jaman kebenaran ini. Maaf banyak tanya mas arli, soalnya selama ini saya banyak amalan hizb dan sholawat dari ajaran guru saya yg silsilah keturunannya sampai kepada nabi muhammad saw, dan dalam ilmu kebenaran sudah dibahas tentang kemuliaan di hadapan Allah tdk berdasarkan keturunan. Terima kasih.

 

Ya, kemungkinan besar itu Zikir yang Menghendaki, bukan yang Dikehendaki. Bisa dilihat dan dinilai sendiri isinya. Apakah sifatnya menuntut atau berupa penyerahan diri? Apakah 3K menjadi tujuannya, atau hanya sarana untuk beribadah? Jika memang sifatnya Menghendaki, apapun yang diterima dari situ akan menjadi utang justru. Semakin banyak diamalkan, justru akan mempertebal nafsu manusia yang melaksanakannya justru, karena niatnya sendiri udah dibiaskan nafsu. Kalau zikir tersebut berasal dari "Malaikat"tanda kutip, ya merekalah setelah ini yang berkewajiban untuk memastikan semua umatnya tersebut kembali ke jalan yang benar. Misalnya, kalau sebelumnya pengikutnya melaksanakan zikir tersebut, mereka bantu segala urusannya dengan cara tidak terlihat supaya lancar dan sukses, maka setelah ini kemungkinan semakin melaksanakan zikir tersebut, justru kebuntungan dan kesialan yang didapat. Sebab Malaikat tanda kutip tersebut sedang berusaha meluruskan ayat-ayat yang mereka "jual dengan murah" tersebut, mereparasi segala bentuk penyesatan yang diakibatkan perbuatannya. Info yang saya tahu seperti ini. Semoga cukup jelas.