FITRAPEDIA

  • Ahmad Arli Hikmawan

Saya Seniman Tato

Asmlaikum mas/mba ,sya seniman tatto dan takut akan kerugian nyata dan sya masih menjalani nya karena kebutuhan dan kedudukan agar tak di remehkan orang kami membuat cindera mata seperti tato yg menempel di kulit yg menghasilkan uang dan juga menjalankan hobi ini agar seni kami bisa melekat di kulit yg hidup dan slalu ada sampai org trsbut meninggal agar kami slalu di ingat dan kami masih bingung untuk mencari lompatan pekerjaan yg hobi dan menghasilkan yg lebih berkah dan bermanfaat bagi sesama mohon bls dan berikan solusinya mas/mba

 

Salam. Apakah Anda sudah menonton semua video di sini? Sudah menonton segmen Tanya Fitrah semuanya? Kisah Rasul Manusia? Hijrah Kurikulum? Dan isi komentar-komentar videonya? Jika belum, silakan ditonton terlebih dahulu. Pasti Anda akan mendapatkan gambaran yang lebih jelas nantinya mengenai permasalahan ini. Namun jika saya harus menjelaskan inti-inti topiknya di sini, maka Anda silakan merenungkan copy-paste dari jawaban saya atas pertanyaan yang diberikan oleh pemirsa yang lain. Mohon diterima dengan pikir, akal, rasa yang dikendalikan fitrah, bukan nafsu. === Apa pendapat ilmu kebenaran tentang riba? Salam. Jawaban berikut ini, mohon diterima dengan akal, rasa, dan pikir yang terkendali fitrah. Riba, bunga bank, inflasi, depresiasi, dan berbagai macam istilah lainnya itu merupakan bagian bahasa jasmani, istilah yang memiliki arti dalam kehidupan di antara sesama manusia. Kenapa memangnya? Ya, kalau Anda bertanya apa penilaian di hadapan Allah-Nya, ya sudah dijelaskan di segmen Tanya Fitrah, yang membahas topik tentang harta dan pertanggungjawabannya di hadapan Yang Maha Esa. Kalau mencarinya menggunakan nafsu, maka akan menjadi utang. Kalau mencarinya menggunakan fitrah, maka akan menjadi pemberian. Ini justru definisi yang lebih canggih, sebenarnya. Kenapa? Karena setiap individu manusia akan dipertimbangkan situasi dan kondisinya secara detil, bagaimana cara ia menggunakan segala akal, pikir, rasa, dan raganya dalam mencari penghidupan. Jadi, ketika ia tahu bahwa tindakannya (tidak adil) merugikan orang lain tetapi tetap saja dilakukannya, meskipun tidak melanggar hukum sekalipun, maka penilaiannya tersendiri. Ketika ia tidak tahu bahwa tindakannya (tidak adil) merugikan orang lain, penilaiannya juga tersendiri. Ketika ia tahu akibatnya, melanggar tata cara yang berlaku di masyarakat, tetapi karena tujuan lain yang lebih besar sehingga mengabaikannya, itu juga penilaiannya tersendiri. Allah itu Maha Tahu, jadi semua hal akan dipertimbangkan meskipun tersembunyi di dalam hati manusia yang terdalam, meskipun tidak ada saksi mata manusia, berbeda dengan hukum yang berlaku dalam masyarakat. Inilah salah satu pengaplikasian betapa hubungan dengan Allah dan hubungan sesama manusia, yang tepat itu, adalah sejajar tetapi tidak bersentuhan. Artinya dalam setiap tindakan yang dilakukan manusia, terdapat pertanggungjawaban di hadapan Allah sekaligus pertanggungjawaban di hadapan manusia. Mulia di hadapan manusia, belum tentu mulia juga di hadapan Allah. Mulia di hadapan Allah, belum tentu mulia juga di hadapan manusia. Dengan kata lain, pilihannya ada di tangan setiap individu manusia, mau mengutamakan yang mana. Mengikuti peraturan tertentu dengan detil di hadapan sesama manusia dalam mencari penghidupan, belum tentu menggunakan fitrah. Sebaliknya, mengabaikan peraturan tertentu juga belum pasti menggunakan nafsu. Masing-masing individu manusia berkewajiban untuk bergelut melawan nafsunya sendiri-sendiri, untuk menentukan manakah perbuatan yang paling bermanfaat dalam setiap titik kehidupannya. Termasuk masalah riba ini. Kesimpulannya, Anda nggak perlu pusing memikirkan apa pendapat orang lain mengenai bagaimana cara Anda mendapatkan harta untuk menghidupi diri Anda. Sebab sekedar mengikuti pendapat orang lain tanpa pertimbangan dari dalam hati sendiri yang dikendalikan fitrah, hanya akan mengotori perbuatan tersebut dengan nafsu rasa minta puji. Yang terpenting adalah memikirkan selangkah ke depan, berdasarkan kemampuan yang Anda miliki, apa yang bisa saya ubah sekarang menjadi lebih bermanfaat, dengan niat yang semurni mungkin. Kalau sudah, pikirkan lagi langkah berikutnya. Begitu aja terus. Nanti fitrah dan Malaikat Muqorrobin akan membimbing Anda secara perlahan-lahan dalam melakukan perubahan. Perbuatan yang paling benar kemarin, belum tentu sama pada hari ini karena situasinya berbeda. Cara ini justru lebih efektif dan efisien, daripada berpikir terlalu jauh dan mencari berbagai justifikasi terhadap perbuatan yang Anda pilih di masa lalu dari berbagai sumber.

Apakah sudah mengerti maksudnya? Intinya, sekedar mengubah pekerjaan tidak serta merta membuat Anda menjadi lebih berkah. Dan begitu juga sebaliknya. Jadi jika Anda mengharapkan jawaban instan atas permasalahan tersebut, Anda tidak akan mendapatkannya dari siapapun. Sebab jika sekedar mengikuti saran orang lain, tanpa ada niat yang bersih dari dalam hati, pasti akan tercemari lagi oleh nafsu. Dan sebaliknya kalau tidak melakukan perubahan sama sekali juga sama. Pusing kan? Begitulah. Makanya bimbingan Malaikat Muqorrobin itu sangatlah vital dan kritis bagi setiap manusia, jika ingin selalu berada di Jalan yang Lurus. Oleh karena itulah, silakan dipelajari lagi semua materi yang ada di sini sehingga pemahaman Anda lebih dalam dan luas. Laksanakan Zikir dan Doa secara teratur setiap hari sehingga Anda lebih mudah terlepas dari pengaruh roh-roh gentayangan. Ini cuma langkah konkrit yang bisa saya sampaikan buat siapapun sebenarnya. Dari pertanyaan pertanyaan di atas, Anda menyebutkan motivasi Anda melakukan pekerjaan tersebut. Secara langsung Anda mengakui beberapa titik dimana pekerjaan Anda ini dipengaruhi oleh nafsu rasa aku, rasa suci, dan rasa minta puji. Kalau begitu saran saya sekarang ya silakan itu dikurangi kadarnya secara perlahan-lahan, selangkah demi selangkah. Mulai dari pengaruh-pengaruh nafsu yang Anda sendiri sudah sadari. Ubahlah motivasi Anda dalam melakukan pekerjaan tersebut menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. Apa contohnya? Entahlah. Yang tahu detil kehidupan Anda dari lahir hingga titik ini kan cuma Anda sendiri. Yang mengetahui semua detil keputusan yang Anda ambil dalam kehidupan ini ya Anda sendiri. Saya mana tahu. Untuk sementara hanya ini yang bisa saya sampaikan. Jika masih ada pertanyaan lain, silakan dilanjutkan diskusi kita di sini. Salam.

 

Terimakasih atas bimbingan nya mas/mba smoga slalu sukses dunia dan akhirat semoga terus membimbing kami yg buta akan ilmu pengetahuan agar tak ada lagi rasa aku di dlm hati kami ,insa Allah akan sy terapkan bimbingan yg amat bermanfaat ini

salam malaikat mukorobin

Insyaallah akan slalu Sy renungkan dan akan sy terapkan Skali lagi terimakasih sudah menjadi pembimbing ,sukses slalu