FITRAPEDIA

  • Ahmad Arli Hikmawan

Perhitungan Utang SDA, Level 1-14

Salam... Selamat pagi semua, Permisi Bang Arli, saya mau tanya... Apakah memang beda kah level 1-14 di kehidupan pertama dg level 1-14 di kehidupan ke dua di dalam hal perhitungan hutang SDA... Karna stlh menyimak video HK1 dg video yg kemarin sepertinya ada perbedaan... (lev 15-17 di harapkan berlari ke lev 14, agar stlh mati SDA tdk menjadi hutang... *dg penjelasan suatu saat lev 1-17 akan di kumpulkan di dunia untk membangun pondasi Ilmu kebenaran.. tp lev 1-17 yg terlahir kembali duluan krn hutangnya sedikit/gk ada, di video di sebutkan jg berlaku untk level 1-14) Atas penjelasannya saya ucapkan terima kasih dan mohon maaf sebelumnya...

 

Salam. Level 1-14 di kehidupan pertama dan kedua apakah berbeda perhitungan utang SDAnya? Sama aja. Terus mengapa disebutkan bahwa manusia yang sekarang masih hidup disarankan untuk segera berlari ke level 1-14? Jawabannya sangatlah sederhana, karena BANYAK SEKALI roh yang udah ngantri untuk lahir kembali. Jadi, kalau kita sekarang nggak segera berlari ke level 1-14, ketika untuk pertama kalinya MM Lummah dan Syariat ada di sini, SAYANG BANGET. Kita kan nggak tahu kapan lagi bisa mendapatkan kesempatan serupa. Bisa jadi 500 tahun lagi kita baru bisa lahir kembali, atau 1000 tahun lagi baru bisa melanjutkan sekolah kehidupan. Kebayang rasanya nunggu di alam fana selama 500 tahun atau 1000 tahun dengan akomodasi minimal? Mengapa akomodasi minimal? Ya, kalau level 15-17 sih pasti masih minimal lah ibadahnya yang udah diterima Allah. Kalau udah banyak sih nggak bakalan level segitu. Selain itu, tahukah Anda bagaimana kondisi alam semesta ini 500 atau 1000 tahun lagi? Belum tentu bisa lebih baik dari sekarang juga. Bisa jadi kita dilahirkannya dalam kondisi yang tidak menguntungkan. Belum tentu modern seperti sekarang ini kebudayaannya. Bisa jadi siklus kehancuran dan pembangunan udah diulang lagi, sehingga kita dilahirkan di zaman batu lagi. Atau kita dilahirkan di planet baru yang alamnya belum sestabil planet Bumi ini. Dan satu hal lagi yang perlu saya tekankan. Ini ANTRIAN yah, bukan SKOR. Kenapa emangnya? Ya berarti, kalaupun kita utangnya udah lunas karena udah nunggu cukup lama di alam fana, kalau yang nilainya di atas kita masih banyak yang belum lahir, ya bakalan tetep nunggu lah kita. Ngantri macet di jalan berjam-jam aja bikin stres, apalagi ngantri ratusan tahun tanpa ada kegiatan yang berarti. Makanya kalau meremehkan konsekuensinya bakal gawat. Mengapa disebutkan level 1-17 akan dikumpulkan untuk membangun fondasi ilmu kebenaran? Karena level 18-20 itu mayoritas masih nyangkut di alam nyata ini. Kebanyakan dari mereka memang kabur ketika ditunjukkan hasil ibadahnya dan utangnya oleh Malaikat. Karena nafsunya begitu tebal, mereka cenderung jadi roh gentayangan setelah mati. Jadi, mereka BAHKAN belum dapet nomor antrian di alam fana. Mereka masih harus menebus dosa mereka dulu dengan menjadi penghukum bagi manusia yang sedang sekolah kehidupan, entah sampai kapan, tergantung perbuatan mereka selama jadi roh gentayangan. Jadi, seseorang yang berada di level 15-17 bisa aja udah berhasil naik kelas banyak dalam, katakanlah 3 siklus kehidupan, dan mereka yang 18-20 bisa jadi bahkan belum dapat kesempatan lahir kembali SAMA SEKALI. Kebayang beratnya? Jauh lebih parah mereka nasibnya jika dibandingkan level 15-17 yang saya sebutkan di atas. Kurang lebih begitu ilustrasinya. Ini bukanlah kebenaran absolut ya, cuma ilustrasi. Sebab nasib individu itu unik, benar-benar tergantung dari perbuatannya masing-masing. Dengan kata lain, tentu banyak pengecualian dan variasinya di samping ilustrasi umum di atas. Jika masih ada yang kurang jelas silakan melanjutkan diskusinya di sini. Terima kasih.

 

ok Bang Arly, terima kasih penjelasannya. . Satu lagi Bang Arly, ini hny untk intropeksi diri pribadi... Apakah bisa di bilang, seseorang yg sdh masuk kurikulum SD ke atas itu, apakah mereka termasuk lev 14 ? . Terima kasih, salam..

 

Belum. Level 14 itu adalah manusia Dikehendaki. Mereka adalah manusia yang sudah mampu melaksanakan niat karena Allah sebenarnya, sudah mampu mengisi segala bidang yang wajib diisi demi membuahkan manfaat, baik bagi diri sendiri maupun orang lain, lahir maupun batin, dengan niat karena Allah semata, bermodalkan sadar, tabah, dan sabar, DALAM SETIAP TINDAKANNYA. (Ini membutuhkan pembahasan yang lebih panjang dan dalam, tetapi untuk sementara sederhananya begini). Susah untuk sampai ke level ini. Terus apa bedanya antara 1 s/14? Perbedaannya adalah seberapa banyak amal-ibadah yang diterima Allah yang sudah diakumulasikan seumur hidup fitrah manusia dalam total siklus kehidupan yang udah dilalui. Atau sudah sampai jenjang pendidikan mana, SD kelas berapa, SMP kelas berapa, Kuliah tahun berapa, gampangnya begitu.

 

ok Bang.. di mengerti. Terima kasih.