FITRAPEDIA

  • Ahmad Arli Hikmawan

Ritual untuk mendapatkan kenikmatan besar

Bu saudara saya ada yg memang kalem... lemah lembut... sepertinya tingkat keikhlasan nya lumayan lah... karna setau saya belum pernah mendengar dia marah atau benci pada org lain... baik secara pribadi maupun dari org lain... dia pernah menyuruh saya membaca seperti yahu sifatullah dan lainya sampai 7 jenis... ini dilakukan saat setelah shalat tobat dan tahajud... lalu dia sedikit menceritakan masuk ke alam cahaya yg tidak mau dia jelaskan, karena cahayanya seperti tidak pernah dia lihat di alam nyata... dan menyuruh saya mencobanya... lebih bagus lagi sambil berpuasa ujarnya... alam itu nikmat dan nyaman nya luar biasa ujarnya... alam apakah itu ya bu? Apakah alam rohani? Alam fana? Kantung2 dimensi? Atau apakah?

 

Salam Mas Asep. Perlu saya ingatkan bahwa meskipun Bu Ririn mengetahui banyak hal berkenaan dengan pekerjaannya, bukan berarti Bu Ririn mengetahui SEMUA hal yang berkenaan dengan pengalaman yang dirasakan oleh orang lain. Jadi mohon maaf saya nggak bisa menjawab dengan tepat apa pengalaman yang dialami teman Anda tersebut. Yang bisa saya sampaikan dan tekankan, yang saya tahu, bermodalkan informasi yang Anda berikan, hanyalah poin-poin berikut ini. Mohon diterima dengan akal, pikir, dan rasa yang dikendalikan fitrah karena memang isinya cuma merupakan perkiraan: 1. Kalem, lemah lembut, tidak pernah marah atau menunjukkan kebencian ke orang lain; seseorang yang memenuhi deskripsi tersebut belum tentu memiliki tingkat keikhlasan yang tinggi. Masih ada kemungkinan semua itu dipendam dengan rapi dan dalam sehingga suatu saat dapat meledak. Karakter-karakter tersebut lebih mencerminkan kualitas di hadapan sesama manusia daripada di hadapan Allah, dan menjadi sesuatu yang dianggap tinggi bagi kebanyakan masyarakat kita karena memang dalam kebudayaan Jawa atau Sunda (contohnya), karakter semacam ini menjadi fokus ilmu kebaikannya dari zaman dulu. Anda tentu tahu bahwa di suku dan bangsa yang berbeda, karakter semacam ini justru bukan sesuatu yang populer? Karakter yang justru menunjukkan bahwa seseorang itu lemah dan tidak perlu didengarkan? Ya, tentu saja hal ini hanyalah tambahan bahan pemikiran saja, bukan berarti saya menunjuk teman Anda tersebut tidak benar. Terus kenapa hal ini penting? Ya, jangan langsung menerima ucapan atau saran dari orang-orang yang berkarakter atau tampil seperti ini bulat-bulat. Anda sebagai seorang manusia yang bertanggung jawab atas segala perbuatan Anda sendiri di hadapan Allah, jangan sampai tertipu nafsu, sehingga bisa melemparkan tanggung jawab keputusan yang Anda ambil, ke teman Anda yang terlihat lebih mulia bagi Anda tersebut. Tidak peduli seberapa mulia dia terlihat, Anda tetap harus bertanggung jawab terhadap keputusan yang Anda ambil sendiri. Terasa baik memang, mencontoh dan menuruti orang lain yang Anda anggap lebih mulia dari Anda. Tetapi dari situ justru terpasang jebakan nafsu yang sangat halus. Misalnya, Anda menjadi ikut-ikutan tindakannya tanpa pertimbangan yang matang sehingga ketika sesuatu kesalahan terjadi di masa depan yang tidak sesuai dengan harapan Anda, Anda akan menyalahkan dia. Kalau sudah seperti ini, tindakan mulia apapun yang Anda contoh dari dia tidak akan memiliki nilai keikhlasan minimal 7.5, karena cuma ikut-ikutan pelaksanaannya, tanpa pemahaman yang cukup mengenai manfaatnya buat Anda sendiri. Seperti yang dibahas di dalam video ini. 2. Pengalaman-pengalaman nikmat supernatural yang tidak bisa digambarkan bisa bermacam-macam asalnya. Saya secara pribadi nggak pernah mengalami hal-hal semacam ini. Tetapi saya sering mendengar dari Bu Ririn. Mungkin ada banyak sekali hal yang bisa dibicarakan mengenai hal ini, tetapi yang saya tahu intinya satu. Mengapa Anda ingin merasakan hal tersebut? Apakah kehidupan Anda saat ini begitu menderita dan sengsara sehingga mendambakan pengalaman-pengalaman seperti itu? Apakah Anda membutuhkan bukti nyata kebesaran Allah dalam bentuk yang berbeda? Yang tidak dirasakan rata-rata manusia? Apakah Anda cuma penasaran? Ini justru yang penting untuk Anda cari tahu. Mengapa? Karena kalau asalnya dari nafsu, maka tidak akan ada manfaatnya pengalaman tersebut tidak peduli dari mana asalnya, apa wujud aslinya, siapakah yang menyediakannya. Misalnya, Anda mendambakannya karena merasa menderita atau sengsara, Anda membutuhkan hiburan, kenyamanan. Nah, jika ini alasannya, Anda harus bertanya kepada diri Anda sendiri, apa bedanya hal ini dengan mengkonsumsi obat-obatan terlarang? Jika Anda tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut, Anda harus pertimbangkan lagi apakah pengalaman tersebut adalah sesuatu yang perlu Anda kejar. Contoh lain. Anda ingin merasakan pengalaman yang berbeda dari orang lain. Jika ini alasannya, Anda harus bertanya, mengapa Anda ingin pengalaman yang berbeda dari orang lain? Jangan-jangan Anda sedang dikendalikan nafsu rasa suci, yang mendorong Anda untuk mengejar pengalaman semacam ini supaya bisa merasa LEBIH dari semua orang yang Anda kenal dalam kehidupan Anda sehari-hari. Anda membutuhkan validasi terhadap keberadaan diri Anda sendiri, melalui pengalaman tersebut. Intinya adalah, jika Anda tidak bisa meyakinkan diri Anda bahwa dorongan tersebut bukan berasal dari nafsu, saya sarankan lebih baik dilupakan saja. Sebab jika karena nafsu, tidak peduli seberapa nikmat, pasti konsekuensinya lebih berat di masa depan. Semoga penjelasan saya cukup jelas dan bisa bermanfaat.

 

alhmdllah terimakasih bang...