FITRAPEDIA

  • Ahmad Arli Hikmawan

Dorongan Seksual

Bu saya bingung... klo zina, atau onani, itu nafsu rasa apa ya?

 

Dorongan seksual itu asalnya dari jasmani hewan kita. Apakah Anda udah menonton video dari segmen Tanya Fitrah berjudul Virus? Itu sudah dijelaskan di sana. Mohon ditonton dulu jika belum. Melanjutkan penjelasan dari video tersebut. Meskpun itu asalnya dari jasad hewan kita, bukan berarti perilaku seksual itu hanya dipengaruhi oleh kebutuhan jasmani kita. Nafsu, sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari diri manusia, juga memanfaatkan salah satu dorongan manusia ini dalam menggunakan hak-hak prerogatif Allah. Apa artinya? Artinya dorongan seksual juga bisa dipengaruhi lebih besar oleh nafsunya daripada virusnya. Perbedaannya gampangnya begini: ada orang yang melakukan pelecehan seksual karena tidak bisa menahan dorongan jasmaninya, misalnya akibat mabuk, atau tidak sadarkan diri. Ini kemungkinan lebih akibat virusnya daripada nafsunya. Tetapi ada juga orang yang melakukan pelecehan seksual karena ingin mendominasi atau menundukkan seseorang yang dia benci atau dia merasa miliki atau semacamnya. Kasus begini kemungkinan lebih karena nafsu. Supaya merasa memiliki orang yang dilecehkan (rasa aku). Supaya merasa lebih tinggi dari atau mampu merendahkan orang tersebut (rasa suci). Supaya bisa pamer ke teman-teman nanti (rasa minta puji). Tetapi jangan lupa juga, bahwa kondisi saat ini di dunia masih campur aduk antara roh mati dengan manusia yang hidup. Jadi kemungkinan besar virus dan nafsu dari roh yang mati juga mempengaruhi manusia tersebut sehingga dia melakukan pelecehan seksual tersebut. Pengaruh dari roh semacam ini biasanya memang melipatgandakan dorongan manusianya. Makanya mereka yang dipengaruhi oleh roh, baik ditempel maupun diikuti, seringkali memiliki kesulitan untuk mengendalikan dorongannya seksualnya. Tetapi sekali lagi, bukan berarti semua manusia yang kesulitan mengendalikan dorongan tersebut semuanya akibat roh. Keterangan lebih detil dari ini, saya sendiri tidak tahu. Sebab saya bukanlah seorang dokter. Saya harap sudah cukup jelas sekarang.