FITRAPEDIA

  • Ahmad Arli Hikmawan

Mengenai Surga, Neraka, Alam Penantian

Mas Arli, saya masih bingung bedanya kerajaan jin, surga neraka dan alam penantian. Apakah alam penantian itu surga neraka yang di ambil alih para Malaikat anak2 dari Jibril ketika "Malaikat" tanda kutip membelot? Malaikat apa yang mengambil alih manajemen kehidupan dan kematian tersebut? Trimaksih

 

Salam. Berikut ini adalah informasi yang saya tahu mengenai hal itu. 1. Alam semacam itu jumlahnya banyak. Sebagian dari Siluman juga bisa bikin saking saktinya mereka. Dan dunia tersebut diisi oleh anak buah mereka, keturunan mereka, dan semacamnya tergantung peraturan yang mereka buat sendiri. Mereka yang tinggal di situ seringkali masih ikut campur sama urusan manusia yang hidup dan roh-roh tersebut udah menolak ketika diajak oleh Malaikat beneran atau karena memang sudah mengikatkan diri ke roh-roh nenek moyang mereka, sehingga nggak mau atau nggak bisa ikut ke alam fana yang dikelola salah satu dari keempat Muhammad. 2. Ketika sebagian "Malaikat" tanda kutip membelot, ada beberapa Malaikat beneran yang turun untuk menggantikan fungsi mereka. Tetapi detilnya bagaimana, saya juga belum tahu. 3. Alam fana yang digunakan setelah Pengadilan Rohani yang terakhir ini, ada baru lagi, dibikin oleh Nur Muhammad (berlima) sembari proses Pengadilan Rohani tersebut berjalan. Oleh karena itulah, keputusan mengenai mana manusia yang masuk ke tingkatan mana menjadi sebuah negosiasi yang alot. Karena roh-roh yang berada di berbagai dunia yang berbeda tersebut harus dipindahkan ke tempat yang baru ini sesuai dengan hasil dari Pengadilan Rohani. Ada yang bisa langsung masuk ke sana, ada yang harus nebus dosa dulu di alam nyata, dan masih banyak lagi. Kenapa negosiasinya alot? Masing-masing level dari 20 itu, diberikan akomodasi yang sangat berbeda soalnya. Dan bahkan untuk mereka yang berada di level yang sama, juga memiliki banyak perbedaan juga. Keempat Muhammad ingin umat manusia langsung mencapai tingkatan setinggi-tingginya sementara Nur dan MM juga memiliki keterbatasan dalam memproses manusia (meningkatkan keimanannya). Ini proses tarik-menarik terjadi bertahun-tahun dan banyak sekali kejadian di dunia ini yang diakibatkan proses ini. Ada berbagai macam proses sanggahan dan argumentasi diikuti dengan pembuktian yang berpengaruh pada kondisi di sekitar kita di seluruh dunia (makanya zaman sekarang kayak aneh banget, seringkali nggak nalar, baik yang bersifat alami maupun yang mewujud dalam gejolak sosial masyarakat) sampai pada akhirnya kemarin sudah diputuskan di level 17.00 itu.

 

Alam-alam itu berlokasi di mana kah, di belahan bumi lain, di atas awan atau di planet lain. Kemudian makhluk alien dgn kendaraannya ufo apakah itu cuma mitos ataukah dewa atau malaikat. Sekali lagi terima kasih penjelasannya. Semoga mas Arli dan bu Ririn selalu diberi kekuatan dan kemampuan utk terus menyampaikan ilmu kebenaran/ ayat tersirat ini yg sangat bermanfaat bagi setiap individu manusia, terutama saya pribadi, setiap menonton channel ini tdk terasa air mata saya menetes tanda bahagia

 

Di mana-mana. Suka-suka yang bikin. Mengenai alien, mana saya tahu. Mungkin siluman, mungkin "Malaikat" tanda kutip, mungkin Malaikat Muqorrobin. Hal ini bukanlah hal yang penting dan justru rawan dikendalikan oleh nafsu jika kita bahas. Selain itu, kenyataan tersebut, apapun faktanya, tidak mengubah sama sekali apa yang harus kita lakukan sebagai seorang manusia di zaman kebenaran ini. Jadi, tolong direm dulu pertanyaan-pertanyaan semacam ini jika berkenan. Terima kasih.

 

Iya siap