FITRAPEDIA

  • Ahmad Arli Hikmawan

Ilmu Kebaikan dan Kebenaran

Jadi bingung đŸ€” ilmu kebaikan yg di ajarkan para ustadz dgn ilmu kebenaran yg sy pahami di channel ini ko bertentangan padahal sumbernya nya sama2 dari ayat2 Al-Qur'an..? Ilmu kebaikan mengajarkan kita tidak boleh durhaka pada orang tua walaupun banyak juga orang tua yang durhaka dan tidak amanah pada anak2nya...tapi di channel ini kesimpulan yg sy pahami kalau manusia itu di jadikan wadah untuk saling menguji dgn balas membalas , karma dan reinkarnasi yg berulang-ulang..terus kpn selesai nya đŸ€” bukanlah Allah berfirman dlm Al-Qur'an neraka dan surga adalah pengadilan yg di janjikan Allah untuk manusia yg baik dan buruk..mohon penjelasan nya...salam

 

Salam. Berikut ini penjelasan yang saya pahami saja, mohon diterima dengan pikir, akal, dan rasa yang dikendalikan fitrah, bukan nafsu. Saya baru baca pertanyaan ini, dan nggak menemukan komentar dari @sandi waranta? Oleh karena itu, saya hanya akan menjawab pertanyaan Anda yang pertama. 1. Bertentangan, mengapa? Satu, karena setiap individu manusia memiliki nafsu. TANPA TERKECUALI. Dengan kata lain, informasi apapun, APAPUN, pasti masuk ke dalam hati manusia dalam kondisi sudah terkotori nafsu. Tidak terkecuali kitab suci. Justru itulah tugas dan kewajiban masing-masing individu manusia, memastikan segala informasi yang masuk ke hati dan segala tindakan yang keluar dari hati bisa bersih dari nafsu tadi, melalui proses, melalui sekolah bernama kehidupan ini. Oleh karena itu, janganlah mengharapkan pertolongan/penjelasan yang membuka pintu hati dari sesama manusia. Mereka juga sama dengan kita, sedang sekolah juga. Signifikansi dari kenyataan ini dibahas di KRM1. /*Dua, karena setiap individu manusia juga memiliki tingkat keimanan yang berbeda-beda. Otomatis apa yang mereka tangkap dan pahami dari berbagai macam informasi yang didapatkan selama kehidupan ini juga berbeda-beda. Manusia dengan tingkat keimanan TK otomatis akan menangkap ilmu yang level segitu. Anak SD juga sama, akan mengerti yang sampai tingkatan SD. Anak SMP juga begitu. Dan seterusnya. Wajar aja, pemahaman setiap individu manusia akan berbeda-beda. /*edit 2. Kapan selesainya? Ya, sampai individu manusia bisa menang fitrahnya melawan nafsunya. Mengapa? Ya, karena Allah ingin menciptakan pemimpin bagi alam semesta, makhluk yang meskipun memiliki nafsu dan fitrah, tetap mampu menjadikan fitrah sebagai pemimpinnya. Jadi, karma dan reinkarnasi itu jangan dilihat dari perspektif manusia aja. Dari perspektif YME, itu adalah kesempatan yang berulang kali diberikan kepada manusia untuk bisa mencapai apa yang menjadi Kehendak-Nya. Manusia yang selalu memilih fitrah dalam menghadapi ujian kehidupan akan lebih cepat sampai ke titik tersebut, daripada mereka yang memilih nafsu. Oleh karena itu, pilihan yang ada di tangan manusia adalah, mau berapa lama sampai ke titik "pemimpin bagi nafsu" tersebut yang di-Kehendaki YMP. 3. Mengenai Surga dan Neraka, yang mana tepatnya ayat yang dimaksud? Sebab sebagian dari ayat-ayat tersebut sudah dijelaskan di dalam berbagai video di channel ini. Atau mungkin di komentar ya? Saya lupa. Jika Anda berkenan, silakan dibaca juga kolom komentar-komentar dari masing-masing video, mulai dari segment TFY. Soalnya segmen-segmen sebelum itu ditutup komentarnya. 4. Sebagai contoh ya, secara umum aja. Konsep Surga dan Neraka diberikan sebagai penyederhanaan. Titik. Sebab di zaman kebaikan, lebih realistis untuk menggunakan metode "carrot and stick" daripada mengharapkan setiap individu manusia mampu memahami konsep kehidupan ini dengan setinggi-tingginya, mengingat mayoritas umat manusia tingkatannya TK. Kenyataan pahit memang. Anda bebas, mau mengubah pemahaman yang Anda miliki atau tetap pada pendirian Anda. Sebab manfaat dan mudaratnya Anda sendiri juga yang akan menerimanya. Wassalam.