FITRAPEDIA

  • Ahmad Arli Hikmawan

Law of Attraction, kesaktian bukan?

hukum tarik menarik ( Law Of Attraction) sebenarnya di bantu roh, apa murni fisika Quantum

 

Salam. "In the New Thought philosophy, the Law of Attraction is the belief that positive or negative thoughts bring positive or negative experiences into a person's life. The belief is based on the idea that people and their thoughts are both made from pure energy, and that through the process of like energy attracting like energy a person can improve their own health, wealth, and personal relationships. " Ini maksudnya? Oke. Saya nggak begitu ngerti dengan konsep ini, jadi saya akan menjelaskan apa yang saya tahu aja. Silakan digunakan untuk bahan argumentasi dengan diri sendiri atau lupakan. 1. Jika yang dimaksud dalam pengertian di atas itu adalah "kalau manusia bersyukur, kenikmatannya akan ditambah", itu asalnya dari fitrah. Dan fitrah itu roh kan? 2. Ilmu kesaktian, di zaman sekarang ini, memang seringkali disamarkan dalam penjelasan-penjelasan yang semi-scientific. atau istilahnya pseudo-science, kalau nggak salah? Meskipun sebenarnya murni ilmu kesaktian. Jadi memang rumit masalahnya. 3. Ilmu kesaktian yang ada sekarang itu, udah campur-campur dengan ilmu kekuasaan yang didefinisikan dalam konteks di video ini. Jadi semakin susah membedakan batas di antara keduanya. 4. Pertanyaannya yang paling krusial itu justru ini: apakah ilmu kesehatan yang saya gunakan sekarang ini adalah ilmu yang memaksa Allah untuk menuruti kemauan manusia atau tidak? Sebab ilmu kekuasaan pun, juga bisa menjadi utang kepada Allah kalau pake nafsu menggunakannya, jangan lupa. 5. Penentuan apakah sebuah ilmu penyambuhan itu murni kesaktian atau sains (ilmu kekuasaan), nggak bisa pake generalisasi lewat komentar di sini. Saya nggak punya kompetensi untuk menilai kenyataan tersebut. Kalau Bu Ririn sih, memang bisa lihat sekilas di depan mata apakah roh terlibat atau nggak. Jadi, kalaupun saya tanya Bu Ririn, kalau nggak lihat sendiri dia juga nggak mampu memberikan definisi yang eksak. Kesimpulannya, saran saya: gunakan saja semua akal, pikir, dan rasa yang Anda miliki semaksimal mungkin untuk menilai sendiri apakah sebuah metode pengobatan itu ilmu kesaktian atau kekuasaan. Apakah itu memaksa Allah atau tidak. Sambil terus melaksanakan Zikir dan Doa secara teratur setiap hari. Jika memang nggak bermanfaat, otomatis Anda akan dibimbing untuk menjauhinya atau dibikin nggak efektif. Semoga cukup jelas. Terima kasih.