FITRAPEDIA

  • Ahmad Arli Hikmawan

Situasi di alam fana?

Mau bertanya mas arli,Proses apa yg akan dialami seorang fitrah yang telah mati selain(mempertanggungjawabkan perbuatan dikehidupan pertamanya =disiksa dialam kubur) sambil menunggu reinkarnasi selanjutnya?, Dan apakah ada kesenangan,kesedihan,kekhawatiran,dll disana,karena 7 unsur eksistensi manusia(fitrah,hati,rasa,fikir,akal,****,jasad) hanya terlepas jasad luarnya saja, jadi 6 unsur eksistensi?

 

Salam. Sudah nonton segmen Tanya Fitrah dari 1-15? Jika belum, silakan ditonton. Selagi nunggu di alam fana, nggak ada siksaan. Dosa yang dilakukan manusia ketika hidup akan ditebus ketika sudah dilahirkan kembali. Artinya ketika melakukan dosa dengan 7 lapisan, maka akibatnya pun akan diterima ketika dalam kondisi hidup juga. Yang dilakukan roh kita, selagi ngantri di alam fana, ya cuma menunggu aja, mungkin sambil belajar juga, istirahat, ditemani dengan pikiran kita sendiri, penyesalan-penyesalan kita sendiri, dengan akomodasi yang tergantung seberapa besar amal ibadah kita yang benar-benar diterima, perbuatan-perbuatan yang murni karena fitrah. Setelah tanya Bu Ririn, beliau menjelaskan, bahwa di alam fana yang sekarang ini, selama mengantri untuk reinkarnasi, roh individu manusia dikelompokkan berdasarkan level keimanannya, yang otomatis juga mempengaruhi akomodasinya. Jadi, roh level TK dengan akomodasi yang minimal berada di satu komplek yang sama. Level SD satu dimensi dengan level SD. Dan begitu seterusnya. Jadi, apa yang bisa kita lakukan selama menunggu bergantung pada level keimanan kita masing-masing. Kasarnya, ibarat seberapa kaya kita hidup di dunia ini mungkin. Pertanyaan Anda, apakah ada kesedihan di sana? Ada. Tetapi yang berasal dari diri Anda sendiri, dari nafsu, akal, rasa, dan pikir Anda sendiri. Karena sudah lihat rekapitulasi perbuatan selama hidup, Anda akan ingat semua perbuatan Anda yang mengantarkan Anda hingga titik ini, semua penyesalan, semua kesedihan, dan kekhawatiran. Hal inilah disebut sebagai “siksa kubur” itu. Manusia tidak memiliki raga, sehingga tidak bisa juga disiksa seperti di alam nyata dan tidak ada pihak yang secara khusus bertugas menyiksa Anda di sana. Jika itu pertanyaan Anda. Tetapi jika pertanyaan Anda mengacu kepada orang depresi dan gangguan kejiwaan lainnya, jika penyakitnya itu berasal dari raganya yang memang sudah rusak, maka setelah mati keterbatasan tersebut akan hilang. Kalau gangguan tersebut karena pengaruh roh, maka juga akan lepas jika berhasil sampai di alam fana. Intinya, selagi ngantri manusia diberikan waktu untuk merenung dan mengambil pelajaran dari kehidupannya. Tapi ya itu, apapun pelajaran yang diambil selagi di sana, tetap harus menunggu reinkarnasi terlebih dahulu sebelum bisa mendapatkan nilai di hadapan YME.

 

saya sudah tonton tanya fitrah semua episode,kehidupan dan kematian semua episode,dan sekarang menunggu episode update terbaru ayat tersirat setelah idris ini. Alhamdulillah saya faham sekarang, terima kasih jawabannya. Kasus/pengertian islam bahwa orang kaya lama perhitungannya di hari yaumul hisab daripada orang miskin hanya sebentar,mungkin seperti itu. Dan Jadi mungkin tidak usah ada kekhawatiran dalam kematian(untuk orang yg baik dan insya alloh khusnul khotimah) untuk raga pertama ini dengan kekurangannya(irodat) nya ,karena reinkarnasi selanjutnya insya alloh akan disempurnakan sesuai nilai fitrah kita. Allah maha besar. Salam mas arli.