FITRAPEDIA

  • Ahmad Arli Hikmawan

Bunuh diri

Menurut ibu, gimana dengan orang yang meninggal karena bunuh diri? Bunuh diri karena ditinggal istri dan anaknya, Rohnya akan seperti apa? Terima kasih

 

Saya baru tanya Bu Ririn. Ada banyak kemungkinannya. Ada kemungkinan dia sengaja dibuat berpikir begitu oleh roh yang ngikutin dirinya, supaya bisa cepet dijadiin anak buah, atau supaya bisa jadi tumbal. Ada kemungkinan dia dibuat berpikir begitu oleh roh anak dan istrinya, yang salah satu atau dua-duanya juga nggak lulus ujian kematian. Dua itu baru dari perspektif sempit aja. Entah ada berapa banyak lagi kemungkinannya. Kemudian pertanyaannya bagaimana dengan nasibnya setelah mati? Ya tergantung kehidupannya. Jika dia memang menggunakan atau dipengaruhi roh, bakalan sulit bahkan untuk ikut Malaikat Kematian dan ke alam fana. Tetapi bukan tidak mungkin. Ini benar-benar tergantung individunya, bagaimana ia mengisi kehidupannya. Informasi yang dimiliki Bu Ririn cuma bahwa kebanyakan memang nggak lulus dan bergentayangan.

 

maksud ditinggal oleh istri dan anaknya di sini Bu bukan meninggal tp meninggalkan rumah suaminya dan membawa anaknya.. nah biasanya alasannya kenapa roh yg mengikutinya ingin menjadikannya tumbal bu apa? Apa karena penyakit hati seperti dendam?

ciri ciri jika roh itu bergentayangan seperti apa Bu? Apakah keluarga akan terus mengenangnya dengan meratapi atau bgmna?

 

Oh, ditinggal pergi, bukan ditinggal mati. Ya jawaban saya tetap sama. Kemungkinan besar memang bakal bergentayangan. Perkara tumbal, tolong ditonton lagi videonya, dan direnungkan. Jawabannya udah ada di situ. Sedangkan mengenai ciri-ciri roh gentayangan, susah ngejelasinnya. Ada orang yang bisa ngelihat roh yang ngikutin, tapi nggak bisa ngelihat yang nempel. Ada orang yang bisa lihat dua-duanya. Dan ada orang yang nggak bisa ngelihat sama sekali. Kayak saya. Tahu nggak gimana cara saya menghadapi kenyataan ini? Ya nggak usah dipikirin. Nafsu ya nafsu, fitrah ya fitrah. Nggak peduli apakah itu karena roh atau karena diri saya sendiri, tetap aja yang namanya nafsu harus dikendalikan, tetap aja yang namanya fitrah harus diutamakan. Begitu juga dalam melihat orang lain. Berusaha memilah-milah hal yang nggak kelihatan itu perbuatan sia-sia, malah gampang dikendalikan nafsu. Misalnya kamu jadi nggak mau bertanggung jawab terhadap perbuatan kamu sendiri, menyalahkan roh-roh tersebut. Nggak lulus pasti. Atau kamu nggak mau melihat kenyataan bahwa orang yang kamu kasihi udah dikendalikan total sama nafsu, dan menyalahkan roh-roh tersebut. Sama aja, nggak bakalan bisa menghadapi ujian dengan penuh keikhlasan. Ngerti nggak? Dari manapun asalnya, roh atau manusia, tetap aja kita harus hadapi dengan keikhlasan ujian kehidupan, tetap aja yang benar itu benar dan yang salah itu salah. Titik. Kalau nggak ngerti, sebaiknya video-videonya ditonton lagi semuanya dari awal. Sebab saya merasakan Anda belum paham fondasinya. Oh, ini cuma perasaan saya aja ya, opini pribadi, belum tentu benar.

 

bukannya roh yg di alam fana tidak bisa mengganggu roh yg di alam nyata Bu.. terus yg menyebabkan bunuh diri itu kan karena rohnya/jiwanya sudah dipenjarakan oleh jasad, akal, rasa dan nafsunya.. jadi apakah kita harus berpikir terus bahwa roh yang telah meninggalkan jasadnya itu bergentayangan di alam nyata

 

Maksud saya, kalau nggak bisa lihat roh, mendingan nggak usah dipikirin masalah roh. Cukup pikirin diri sendiri aja gimana caranya bisa naik kelas dalam sekolah kehidupan. Titik.