FITRAPEDIA

  • Ahmad Arli Hikmawan

Sekilas tentang Dajjal

Bagaimana ibu ririn menjelaskan tentang adanya Dajjal di akhir zaman ? Trimakasih bu

 

Salam. Dajjal itu dibahas di dalam salah satu buku Ibu Ririn. Sebagian yang sudah membaca mungkin udah mengerti. "Bermata satu" adalah ungkapan untuk menggambarkan kondisi manusia yang dikendalikan nafsu dengan sangat parah, akut, sehingga bukan sekedar tidak tahu mana perbuatan yang bermanfaat dan tidak bermanfaat, melainkan mengetahui dengan jelas justru definisi keduanya, apa saja perbedaannya, dan berbagai macam konsekuensi dari masing-masing perbuatan bermanfaat dan tidak bermanfaat tersebut, baik terhadap dirinya maupun orang lain, tetapi tetap saja memilih untuk berpura-pura tidak tahu, tetap saja memilih kendali nafsu dalam segala tindakannya. Itu maksudnya "bermata satu", mengetahui dan mengerti, tetapi berpura-pura tidak tahu, tetap saja memilih untuk menutup mata. Dajjal dianggap berbahaya karena dia mengetahui bagaimana cara kebanyakan manusia terkendali oleh nafsunya, mengetahui dengan cukup detil cara kerja nafsu dalam diri manusia, sehingga dapat dengan mudah memanfaatkan kenyataan tersebut demi mendapatkan keinginannya. Misalnya dengan memanfaatkan tata cara ajaran untuk mengesakan Allah sebagai alat untuk mengumpulkan kekuasaan, kesaktian, dan kekayaan. Contoh: mereka mengetahui bahwa rata-rata manusia memiliki rasa aku terhadap sebuah ras atau agama yang mereka miliki. Dan sebagian besar manusia tersebut juga memiliki rasa suci yang tinggi. Memanfaatkan hal itu, mereka memfokuskan perbedaan dalam kehidupan sehari-hari dan memfokuskannya menjadi sebuah kebencian yang memecahkan masyarakat. Mengapa? Karena mereka bisa mendapatkan 3K dalam prosesnya. Mereka mampu memutarbalikkan fakta dengan canggih, mampu memasukkan dosis kebohongan yang tepat di tengah-tengah kumpulan fakta, sehingga bisa memutar artinya sesuai dengan keinginannya. Mereka tahu apa yang ingin Anda dengar, sehingga ucapannya pun bisa disesuaikan dengan pendengarnya. Jika seorang individu manusia yang dikendalikan nafsu ibarat seorang prajurit, maka Dajjal adalah seorang jenderal atau penguasa yang mampu menjadi komando nafsu-nafsu yang ada di seluruh individu manusia tersebut, memiliki kemampuan dan kemauan untuk mempersatukan nafsu-nafsu yang relatif kecil tersebut menjadi jauh lebih besar dan kemudian mengarahkannya sesuai dengan tujuan yang mereka inginkan. Jika Anda mau melihat dengan jeli, sebenarnya manusia Dajjal udah ada di mana-mana. Mereka akan tampak baik dan mulia di depan mata, tetapi sebenarnya busuk semua di dalam hatinya. Manusia yang tidak memiliki kemampuan untuk membaca ayat-ayat Allah yang tersirat akan dapat dengan mudah ditipu oleh manusia-manusia Dajjal ini. Dengan kata lain, ini bukan sekedar urusan raga, bukan sekedar seorang manusia yang memiliki satu buah organ mata yang sehat saja. Mata yang dimaksud di situ adalah "mata hati". Kurang lebih begitu. Semoga cukup jelas.