FITRAPEDIA

  • Ahmad Arli Hikmawan

Mengenai Iblis & Setan, apa bedanya?

bahasanya tinggi kadang ada yang gk paham/ngerti

 

Terima kasih. Iya, itu keterbatasan yang masih terus berusaha diatasi hingga saat ini. Oleh karena itu, jika ada pertanyaan silakan ditulis aja di sini. Selama masih dalam pengetahuan saya, saya akan berusaha memberikan penjelasan.

 

mau nanya, ifrit itu kan iblis,musuh manusia trus dia menyesatkan manusia mana ada dia nanti bantu manusia

 

Udah nonton video Nur Muhammad? Seri Kehidupan & Kematian? Jika belum, silakan ditonton, sebenarnya jawabannya ada di situ. Tetapi kalau boleh menjelaskan secara singkat, setiap individu manusia, termasuk kamu, juga ada serpihan fitrah ifrit-nya. Dia orang tua rohani kamu juga. Kamu anak rohani dia juga.

 

udah nonton kok

 

Udah nonton? Tetapi belum ngerti? Oke. Saya akan mencoba menjelaskan. Bismillah. 1. Anda perlu membedakan istilah Iblis/Ifrit dengan setan. 2. Iblis/Ifrit itu salah satu dari empat orangtua fitrah manusia, salah satu dari Nur Muhammad yang dilewatkan Allah untuk menciptakan alam semesta. 3. Ifrit itu dalam mendidik anak-anaknya, manusia juga, yang karena kehendak Allah berada di bawah kekuasaan dia, sering menggunakan pola peran antagonis. Apa maksudnya? Artinya dia berpura-pura menjadi musuh bagi manusia yang dia proses, supaya manusianya keluar fitrahnya. 4. Bagaimana mungkin cara ini bisa? Bisa. Pernah lihat film atau cerita-cerita apapun dari masa lalu atau masa kini? Sadarkah Anda jika tidak ada musuh besar atau peran antagonis, jagoannya atau sang protagonis justru tidak akan mampu melakukan hal-hal yang luar biasa? Hal-hal yang mulia? 5. Masih ingat salah satu karakter dari "anak TK" yang disebutkan Bu Ririn dalam episode "Reinkarnasi", yaitu "kalau diuji dan gagal, yang disalahkan justru pengujinya". Ini merupakan salah satu contohnya. Ketika diuji oleh Ifrit, dan gagal, takluk kepada godaannya, yang disalahkan justru Ifritnya. Padahal sejak awal niat Ifrit adalah menguji manusia. Dan mereka yang beriman tidak akan termakan godaannya/ujiannya. 6.Tetapi bukankah kalau manusia tidak pernah digoda, manusia tidak akan melakukan dosa? Salah besar. Justru manusia yang memiliki nilai di hadapan Allah adalah mereka yang sudah pernah diuji/digoda, dan lulus ujian tersebut dengan nilai keikhlasan yang memuaskan. Jika Anda masih berpikiran tidak pernah berbuat salah = suci, tolonglah disadari bahwa itu merupakan salah satu karakteristik kurikulum pendidikan TK. 7. Terus setan itu apa? Setan itu nafsu, yang ada di seluruh individu umat manusia, termasuk roh-roh tidak peduli apapun nama yang mereka pergunakan: siluman, jin, hantu, dewa, "malaikat" tanda kutip. Jadi ketika di dalam Al-Quran itu disebutkan "bisikan setan", itu sebenarnya mengacu kepada nafsu rasa aku, nafsu rasa suci, dan nafsu rasa minta puji. Bagian tidak terpisahkan dari manusia (dan roh-roh mati juga) yang selalu menggunakan hak-hak prerogatif Allah. 8. Kesimpulan. Yah, setan itu, adalah bagian yang tidak terpisahkan dari diri manusia sekaligus musuh terbesar manusia. Perang melawan nafsu, alias perang melawan diri sendiri, merupakan perang terbesar yang sudah dilakukan umat manusia semenjak pertama kali kita menginjakkan kaki kita di muka bumi ini. Cuma memang selama ini fitrah selalu kalah dengan setan (nafsu). Hanya dengan bantuan Malaikat Muqorrobin lah fitrah manusia punya peluang untuk mengalahkannya. Penjelasan saya ini sebenarnya terkandung/tersirat di dalam video-video yang sudah dibuatkan Ibu Ririn. Tetapi memang membutuhkan usaha yang cukup besar, berpikir, merenung, dan merefleksikannya terus-menerus supaya bisa menarik kesimpulan seperti ini. Semoga penjelasan saya ini bermanfaat. Terima kasih atas pertanyaannya.

Oh, satu lagi. Ibu Ririn menambahkan. Supaya lebih cepat dan gampang untuk mengerti, harus baca buku dan melaksanakan Zikir & Doa. Kedua langkah ini penting. Jika yang pertama karena buku itu membantu manusia memperkuat akses ke MM Lummah sementara Zikir & Doa kepada Allah yang dikasih gratis di website itu supaya Anda bisa memisahkan diri Anda dari roh-roh yang mengikuti Anda. Sebab selama mereka ikut di belakang Anda atau menempel, dalam setiap keping ilmu kebenaran, Anda harus memastikan masing-masing dari mereka untuk mengerti semua terlebih dahulu sebelum Anda bisa mengerti. Dengan memisahkan diri dari mereka, beban Anda akan menjadi ringan sehingga bisa lebih cepat dan mudah paham.