FITRAPEDIA

  • Ahmad Arli Hikmawan

Perbuatan kecil dinilai?

salam mas arli, apakah semua perbuatan kita sekecil apapun menjadi penilaian Allah? misalkan saat potong rambut, bisa jadi ini perbuatan atas dasar manusia, berpakaian yg rapi juga, berpenampilan menarik, dan sejenisnya, apakah perbuatan seperti itu menjadi penilaian penting juga?. Terimakasih.

 

Iyalah. Kan udah sering disebutkan di Al-Quran, perbuatan sekecil biji zarrah pun akan ditimbang. Makanya, meskipun perbuatan-perbuatan semacam itu terlihat kecil, tapi bisa jadi penting karena itu membentuk kebiasaan kita, refleks, ketika ujian kehidupan tiba-tiba datang. Kalau misalnya kita berpakaian menarik, menjaga penampilan untuk mencari pujian, otomatis ketika mendapat ejekan akan sakit hati, mengotori hati jadinya kan. Kemudian kalau diteruskan akumulasi kekotoran hati tadi akan berefek pada perbuatan kita di kesempatan yang berbeda. Dengan kata lain, selain memang perbuatan sekecil apapun dinilai, ada juga efek berantai dari perbuatan-perbuatan kecil yang kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari, yang otomatis akan mempengaruhi perbuatan kita ketika ada sebuah ujian yang sifatnya jauh lebih besar. Misalnya, karena kita terbiasa melakukan segala hal-hal kecil tersebut bukan untuk mencari pujian, tetapi semata-mata karena itu hal yang bermanfaat buat diri kita pribadi, TITIK, maka ketika mengambil keputusan besar yang mempengaruhi banyak orang, kita lebih mudah untuk fokus ke benar atau tidaknya pilihan keputusan tersebut, manfaat atau tidaknya keputusan tersebut, bukan masalah apa kata orang nantinya.

 

Terimakasih jawabannya, misal begini, kita tau perbuatan sekecil apapun itu bakal di nilai, bisa menjadi ibadah dan bisa pula malah dikendalu nafsu, nah misalkan kita tau nih perbuatan yg kita lakuin di pengaruhi oleh nafsu, tpi kita berusaha keras melawan kebalikan dri nafsu itu, merubah pikiran menjadi tidak melakukan hal tersebut untuk kepentingan nafsu, bagaimana?? atau sebaiknya malah kita tidak melakukan perbuatan itu karena nafsu sudah dluan melintas..

 

Ya itu pilihan kehidupan Anda. Saya nggak bisa menentukan mana yang lebih manfaat, sebab tidak mungkin saya tahu 100% semua situasi dan kondisi diri Anda sejak lahir hingga detik itu, ketika akhirnya pilihan tersebut muncul. Anda sendiri yang bisa jawab. Toh konsekuensinya, baik manfaat maupun mudarat, Anda sendiri juga yang akan menerimanya. Makanya ada Malaikat Muqorrobin. Silakan tanya dan konsultasi ke MM Anda sendiri, mereka yang bakalan memberikan bimbingan mana yang paling bermanfaat buat Anda saat itu. Kadangkala lebih baik untuk tidak melakukan sama sekali, kadangkala lebih baik dilakukan sambil sedikit-sedikit dibersihkan niatnya. Tapi satu yang pasti, apapun pilihan yang kita ambil, di masa depan ada ujian kehidupan menanti. Wujudnya apa? Ya tergantung pilihan yang kita ambil. Ketika akhirnya ujian tersebut tiba, yang paling penting, apapun pilihan yang kita ambil, kita harus berprasangka baik kepada Allah dan berjuang dengan mengerahkan seluruh daya dan upaya untuk menjawab ujian tersebut dengan benar, tanpa perlu menyesali keputusan yang kita ambil di masa lalu.

 

ok paham, terimakasih mas arli