FITRAPEDIA

  • Ahmad Arli Hikmawan

Dunia inikah neraka?

Berarti dunia ini yg dinamakan neraka. Bisa merasakan kesedihan,siksaan,kecewa dll...

 

Lebih tepatnya, dunia ini, baik alam nyata maupun alam fana, bisa menjadi neraka ataupun surga, tergantung individu manusianya. Dalam Al-Quran disebutkan "neraka yang bahan bakarnya manusia", jika diartikan secara tersurat, itu seolah mengacu kepada kobaran api yang menggunakan raga manusia sebagai minyak tanahnya. Sebuah tempat dimana manusia disiksa dan dihukum dengan berbagai macam cara atas segala kesalahannya. Namun, jika diartikan secara tersirat, menggunakan ilmu membaca ayat-ayat Allah yang tersirat, itu sebenarnya mengacu kepada kehidupan di dunia ini. Bagaimana mungkin? Seorang manusia yang dikendalikan oleh nafsu akan menggunakan hak-hak prerogatif Allah dalam kehidupannya. Kenyataan ini otomatis akan membuatnya berhadapan dengan orang-orang yang serupa, yang sama-sama tebal nafsunya. Apa yang terjadi ketika keduanya bertemu? Saling menghukum. Saling iri. Saling dengki. Saling dendam. Saling benci. Dan seterusnya. Akibatnya, mereka pun tidak pernah bisa merasakan ketenangan dalam kehidupan, sebab segala masalah kecil akan dibesar-besarkan melebihi proporsinya. Dan kalau tidak ada masalah, maka mereka sendiri yang akan membuatnya. Oleh karena itulah, kondisi semacam ini yang disebut "neraka" bagi manusia itu sendiri, "neraka" yang mereka ciptakan sendiri, "neraka" yang bahan bakarnya adalah diri mereka sendiri. Manusia semacam ini akan kesulitan menemukan kenikmatan dari kehidupan ini, berlawanan dengan manusia yang dikendalikan oleh fitrah. Yang dapat dengan mudah menemukan hal-hal kecil yang bisa disyukuri setiap hari, tidak peduli apa bentuknya, berapa jumlahnya. Tanpa memiliki kebutuhan untuk mengaku kenikmatan tersebut sebagai miliknya (bebas dari nafsu rasa aku). Tanpa memiliki kebutuhan untuk membanding-bandingkan dengan orang lain (bebas dari nafsu rasa suci). Tanpa memiliki kebutuhan untuk mendapatkan pengiyaan atau apresiasi terhadap kenyataan tersebut dari orang lain (bebas dari nafsu rasa minta puji). Dan di saat bersamaan, nilainya atau kualitasnya di hadapan Allah menjadi lebih tinggi meskipun mereka sendiri tidak menyadarinya. Kesimpulannya, neraka atau surga di dunia ini, itu tergantung manusianya juga.

 

Jika ruh orang yg kebanyakan dosa mereka akan tersesat di dunia nyata,lah dia harus ngantri ya untuk mendapatkan tiket reinkarnasi (lahir kembali) entah itu tahun depan,10 tahun atau ratusan tahun. Kalau ruh orang yg sudah level tertinggi lv.1-14 itu berarti ruh itu sudah di kerajaan Allah. Saya bertanya apa juga bisa kalau manusia sudah lv.1-14 itu juga bisa reinkarnasi juga ? Kalau ruh orang yg kebanyakan dosa reinkarnasi nya waktu lahir jadi bayi sampai besar kehidupannya buruk juga akibat balasannya sewaktu dulu. Kalau ruh orang yg baik hatinya, bersih,selalu hati dikendalikan fitrah reinkarnasi nya menjadi bayi sampai besar itu baik pula kehidupannya...???

 

Semua jawaban pertanyaan tersebut sudah dijawab di dalam video-video. Saya akan mengasumsikan Anda belum menonton semuanya atau ada yang belum jelas yah. 1. Banyak dosa itu berbeda dengan tersesat di dunia nyata. Orang yang banyak dosa belum tentu tersesat di dunia nyata, sementara orang yang nggak banyak dosa belum tentu pasti mampu dengan ikhlas langsung ke alam fana setelah mati. Hal ini tergantung dari hasil ujian kehidupan terakhir, yaitu ketika ajalnya tiba. Mampukah ia dengan ikhlas melepaskan semua kehidupannya? Sebab kalau seorang manusia banyak "dosa" tetapi cenderung tidak suka dengan kehidupan di dunia, dan tidak ada roh-roh yang menghalanginya, maka ada kemungkinan mereka justru akan senang ketika ketemu Malaikat Kematian. Dan dengan senang hati ikut ke alam fana, pergi total dari alam nyata. Sebaliknya, kalau manusia banyak "pahala" tetapi memiliki keterikatan yang kuat dengan kehidupan di dunia, misalnya merasa pekerjaannya "memperbaiki" dunia ini belum selesai, justru kemungkinan besar nggak mau diajak ke alam fana. 2. Ngantri baru dimulai ketika roh manusia udah TOTAL pergi dari alam nyata ke alam fana. Jadi kalau masih di alam nyata, karena gagal ujian terakhir tadi, ujian kematian, maka BELUM dihitung sebagai waktu antrian. 3. Level 1-14 memang berada dalam kategori Manusia yang Dikehendaki dimana apapun yang mereka peroleh tidak diperhitungan sebagai utang. Tetapi bukan berarti amalannya udah pasti diterima oleh Allah. Serupa dengan jawaban nomor 1, tidak diperhitungkan sebagai utang bukan berarti amalannya diterima oleh Allah sehingga mampu meningkatkan tingkat keimanannya. Jika yang pertama itu berkat cara mencari penghidupannya menggunakan fitrah, tidak memaksa (cara mengumpulkan 3K), maka yang kedua itu karena mampu memilih perbuatan yang paling bermanfaat dari berbagai macam pilihan kehidupan (cara menghabiskan/menggunakan 3K). 4. Manusia akan terus reinkarnasi sampai level tertinggi, sampai level 1, tetapi level 1 yang minimal rata-rata nilai keikhlasannya 7.5. Bukan level 1 yang hasil Pengadilan Rohani terakhir, yang masih 6.5. Jadi, kalaupun seorang manusia udah sampai level 14, sudah menjadi Manusia Dikehendaki, prosesnya terus berlanjut sampai bisa sampai level tertinggi. 5. Iya. Tetapi jangan lupa, masih ada kehidupan ke-3, ke-4. ke-5, dst. Apa artinya? Artinya kalau perbuatan seorang manusia di kehidupan yang ke-2, juga akan berefek pada kehidupannya yang ke-3. Kemudian perbuatannya di kehidupan yang ke-3, juga akan berefek pada kehidupannya yang ke-4. Sebab Keadilan dari Yang Maha Kuasa nggak mengenal waktu. Apa artinya? Artinya meskipun di kehidupan ke-2 nasibnya bagus, tetapi kalau ia memilih perbuatan yang nggak bermanfaat juga, nanti akibatnya akan diterima di kehidupan selanjutnya. Meskipun pasti ada perbuatan semacam ini, tetapi tentu saja peluangnya lebih kecil, karena mereka sudah menyatu dengan MM Lummah dan MM Syariat. Jadi cara melihat segala macam kejadian dan sekaligus cara mereka merespon terhadap kejadian yang mereka alami tersebut juga berbeda dengan manusia yang belum mencapai level 1-14. Saya harap penjelasannya cukup jelas. Terima kasih.

 

oke makasih banyak...