FITRAPEDIA

  • Ahmad Arli Hikmawan

Apa itu Jin sebenarnya?

Bagaimana makhluk yang bernama jin menurut ilmu kebenaran.?

 

Jin memiliki beberapa konteks yang berbeda. Jika yang Anda maksud adalah tentang ayat Al-Quran yang menyebutkan "jin & manusia", penjelasannya sebagian di episode "Zikir & Doa". "Anak-anak Ifrit" yang disebutkan di situlah yang disebut dengan "jin". "Anak-anak Adam" yang disebutkan di situ disebut sebagai "manusia". Jin itu, Ibu Ririn menjelaskan, adalah anak-anak Ifrit dan Khidir. Dibandingkan anak Adam dan Eva, mereka cenderung lebih mumpuni kalau ilmu kesaktian, kebalikan dari anak-anak Adam dan Eva yang lebih mumpuni ilmu kekuasaan. Ilmu kekuasaan itu apa? Ya, yang sekarang bisa kita lihat di mana-mana. Itu kebanyakan ilmunya Adam dan Eva yang udah disupport sama Jibril. Tetapi baik "jin" dan "manusia" di situ merupakan manusia juga, yang memiliki fitrah dan nafsu. Dengan kata lain, "Jin" itu pada satu titik dalam kehidupannya juga pernah hidup sebagai manusia. Mereka menyebut diri mereka sebagai jin, untuk membedakan diri mereka dari orang-orang yang tidak punya ilmu kesaktian. Untuk meninggikan diri mereka. Tau sendiri kan pola yang serupa dalam kehidupan sosial masyarakat? Kalau bisa sesuatu yang tidak bisa dilakukan orang lain kebanyakan, nafsu rasa suci pasti langsung mendorong kita untuk membuat klasifikasi sendiri, supaya beda, supaya lebih tinggi, lebih unik, lebih spesial. Kedua, jin suka dibedakan dengan manusia, seperti dalam ayat Al-Quran, itu karena sejak dulu "anak-anak Ifrit dengan Khidir" suka bersaing dalam segala hal dengan "anak-anak Adam dengan Eva". Dulu banget, ketika dunia ini masih relatif sepi lah dibanding sekarang. Makanya dibilang baik jin dan manusia itu harus sama-sama beribadah kepada Allah. Maksudnya supaya tolong lah, antara anak Ifrit-Khidir dan anak Adam-Eva jangan berantem melulu. Seiring dengan waktu, udah kecampur-campur semuanya antara dua golongan tersebut. Sehingga artinya berubah. Sekarang setiap roh yang punya kesaktian sedikit, langsung aja mencap diri mereka sebagai jin. Atau karena bergabung sama geng roh-roh tertentu. Kurang lebih begitu informasi yang saya kumpulkan selama ini. Mungkin ada sedikit yang kurang cocok. Tapi harap maklum, urusan beginian Bu Ririn nggak begitu peduli.

 

Terimakasih atas jawabannya...