FITRAPEDIA

  • Ahmad Arli Hikmawan

Mengapa perlu beli buku?

nara sumber nya presenter nya sendiri.. buk ririn hanya penonton sekaligus komentator dan dari beberapa video trakhir yang saya tonton. saya melihat lebih kepada mendorong penonton untuk membeli buku. apakah nilai keiklasan ibuk ririn masih kurang.. sehingga buku nya harus di beli.. padahal ilmu nya bisa di bagikan secara gratis memalui e-book. karna semua utusan ALLAH SWT tidak pernah menjual ilmu.. semua berdasarkan ke ikhlasan dan kewajiban menyebarkan ilmu ALLAH SWT

 

Komentar dari Bapak/Ibu di atas, mengenai buku, sudah dibahas semenjak Tanya Fitrah Episode 1. Silakan ditonton jika benar-benar ingin tahu, ingin paham, dan ingin mengerti. Tetapi jika komentar ini cuma iseng, atau mau ngetes, atau segala bentuk tindakan yang didasari nafsu rasa aku, rasa suci, dan rasa minta puji Anda yang tersentak melihat kenyataan pahit, saya cuma bisa mendoakan. Terima kasih telah meluangkan waktunya di sini.

 

saya membaca balasan dari ibuk berulang ulang kali. dan saya dapat 2 poin dari jawaban ibuk. poin 1.memvonis saya tidak tahu, tidak paham, dan tidak mengerti menggunakan kata kata sinonim yang arti nya sama. (saya gak tau maksud ibuk mengulang kata yang sama) poin 2.secara tidak langsung mendahului tuhan dengan pernyataan ibuk yang mengatakan saya akan melihat kenyataan pahit. dan mendoakan saya. (tidak jelas mendoakan baik/buruk) apakah jawaban ibuk yakin jawaban yang ibuk berikan tidak di pengaruhi rasa aku, rasa suci dan rasa minta puji?

 

Saya Arli, bukan Bu Ririn. Hhhhh.... Oke, saya akan berprasangka baik aja deh sekarang, dan beranggapan bahwa Anda benar-benar pengen tahu alasannya, bukan sekedar mengetes atau iseng. Saya akan mencoba menjelaskan mengapa buku itu perlu beli. Jadi, di dalam video Tanya Fitrah episode 1 itu, saya sudah menanyakan kepada Ibu Ririn, perkara beli buku ini. Kalau saya boleh merangkai ulang kata-katanya, itu kurang lebih begini: Duit di rekening Anda, dan duit di rekening saya itu dua-duanya punya Allah juga. Meskipun berpindah rekening, tetep aja dua-duanya tetap utang kita ke Allah. Utang yang baru bisa kita bayar, jika kita bisa menghabiskannya untuk hal yang bermanfaat. Jadi tindakan membeli barang yang bermanfaat adalah semacam perwujudan niat, ikrar bahwa uang itu cuma sarana kehidupan untuk beribadah kepada Allah, bukan tujuan kehidupannya. Itu aja sih penjelasan singkatnya. Kemudian, saya juga sudah mendiskusikan pertanyaan Anda ke Ibu Ririn, begini jawabannya: "Kalau mau gratis, boleh aja dikasih yang ebook, salah satu. Tapi kalaupun dia punya copy bukunya, nggak bakalan ngerti dia meskipun dibaca ratusan kali. MM nggak bakal mau bantu dia untuk ngerti isinya, apalagi untuk praktikkan ilmunya." Mengapa? Karena alasan yang saya jelaskan sebelumnya. Begitu kurang lebih. Terima kasih atas perhatiannya.