FITRAPEDIA

  • Ahmad Arli Hikmawan

Media Video & Buku, kelebihan dan kekurangan

Aku paling lebih ngerti di lewat media youtube daripada baca buku...karna walaupun sedikit tapi cepet di fahami

 

Terima kasih. Benar sekali pengamatan Anda. Di dalam channel ini memang lebih jelas tetapi kandungannya sangat sedikit jika dibandingkan buku. Satu video di sini kurang lebih cuma 1-4 halaman di dalam buku, karena sudah dijabarkan dengan lebih detil. Di buku sebaliknya, jika sudah dibaca dengan serius dan dihubung-hubungkan dengan memori kita dalam kehidupan, berbagai keputusan yang kita ambil, segala macam buku yang kita baca, semua film yang pernah kita tonton, berbagai cerita atau gosip yang kita dengar, akan langsung muncul berbagai macam skenario pelaksanaan ilmu yang sama dalam skenario yang berbeda-beda. Makanya Ibu Ririn bilang kalau di buku isinya berupa rumus. Kalau Anda berkenan, kita bisa bahas sama-sama isi buku yang sedang Anda baca di sini. Misalnya, kalau ada yang belum dimengerti atau bahkan jika ada sesuatu yang menarik yang baru Anda pahami. Terima kasih.

 

mohon maaf sebelumnya bang...bisakah saya belajar lebih dalam lagi lewat media sosial dalan bentuk private bang..bukan disini

 

Bikin akun baru aja, yang nggak ada informasi pribadinya. Kalau dalam bentuk private, sejujurnya aja, sayang banget. Kesempatan bagi orang lain untuk bisa mempelajarinya jadi hilang. Selain itu, Ibu Ririn tidak berkenan untuk melayani private. Penawaran saya, di atas itu, adalah perwujudan tujuan saya di sini untuk membangun sebuah media pembelajaran melalui diskusi yang dilandasi fitrah, niat tulus. Tetapi kalau memang ada pertanyaan penting yang sensitif dan tidak ingin orang lain mengetahui, maka kirim aja melalui email ke ardillabooks@gmail.com. Atau ke sini https://www.ayattersirat.com/contact Nanti pasti saya tanyakan ke Bu Ririn.

 

nah...kayaknya kiamat bencana di palu belum ada jawaban......knp di PALU sbg bahan??? Kalau gempa bumi di LOMBOK knp gk termasuk??

 

Satu hal yang saya pelajari setelah ngobrol sama Bu Ririn dan baca-baca bukunya itu, adalah 1. bahasa rohani, yang disebutkan sebagai bahasa yang dipakai di alam rohani, seringkali tidak masuk akal dan terkesan kayak permainan "wordplay" atau simbolism, ketika diterjemahkan ke bahasa jasmani, bahasa yang dipakai di alam nyata ini. Contoh lainnya: Anda tahu nggak kalau di Al-Quran itu banyak sebenarnya ayat yang arti tersirat sebenarnya laki-laki = fitrah sedangkan wanita = nafsu. Coba deh baca lagi ayat-ayat tersebut tetapi pake pengertian itu. Tiba-tiba banyak ayat-ayat yang berubah 180 derajat maksudnya begitu kacamata ilmu kebenaran dipake. Jadi, Palu di sini bayangkanlah seperti palu yang dipake hakim. 2. bahwa pesan yang disampaikan di buku-buku Ibu Ririn dan video-video ini, juga bertujuan memberikan informasi kepada roh-roh yang nggak terlihat bukan cuma buat manusia yang masih hidup. Anda bisa pikirkan sendiri kan, apa coba gunanya sebuah informasi bahwa kejadian di Palu itu merupakan sebuah vonis dari YME? Apa pentingnya bagi kita manusia yang masih hidup? What's the point? Iya kan? Nah, itulah. Makanya sebenarnya itu lebih ke berita (flash news) ke roh-roh yang masih ada di alam nyata ini, belum ke alam fana, supaya mereka tahu. Jadi, saran saya, besok-besok kalau ada informasi yang nggak masuk akal dan nggak ada efeknya buat Anda, mendingan diabaikan saja. Soalnya memang bukan untuk Anda sasaran informasi tersebut. Dan seiring dengan waktu, jika sudah tiba saatnya bagi Anda untuk ngerti, pasti nanti baru nyadar sendiri.

 

okeh2 bang..dan sedikit demi sedikit saya bisa mengerti .....kalau yg di maksud FITRAH yaitu laki2 Dan NAFSU itu perempuan..

 

ah, mungkin kapan-kapan kalau ada perintah bakal dibuatin video tentang ini. Yang jelas di dalam buku Ayat Tersirat Al-Quran udah dibahas semua. Terutama yang Ali Imran dan An-Nisaa kalau saya nggak salah ingat. Anda udah punya bukunya kan? Kalau udah bisa dibaca di situ detilnya.