FITRAPEDIA

  • Ahmad Arli Hikmawan

Efek dramatis Zikir dan Doa?

Saya pas tau ada zikir dan doanya langsung baca,..sumpah pas hari pertama saya langsung mimpi bang arly,..saya sepintas melihat orang2 gtu,.berjajar kayak vocal group gtu,.lebih dr 30 orang gtu kliatannya,..ya Allah mereka memandang saya dengan wajah pucat dan dingin gtu,...dan saya kaget langsung bangun,...tanyain maknanya ke bu rin bang arly,... Terimakasih....

 

Kalau secara spesifik, Bu Ririn enggan menanggapi. Saya sering mendengar cerita yang dramatis dari berbagai orang yang melaksanakan Zikir dan Doa ini, tetapi saya sendiri nggak pernah merasakan perubahan terlalu besar seperti yang Anda rasakan. Setelah saya tanya hal itu ke Bu Ririn, katanya hal itu emang beda-beda antar individu. Tergantung level keimanannya dan tergantung apakah dekat atau jauh ke alam gaib. Satu hal yang pasti, katanya, adalah tidak perlu membanding-bandingkan dengan orang lain. Karena cara MM memang beda-beda untuk setiap individu. Kalau dibanding-bandingin tanpa kewaspadaan, nanti malah mudah ditipu lagi sama nafsu. Misalnya: jadi merasa suci karena unik atau beda.

 

Siap bang mkasih,..rumit bgt..sir nafsunya super halus.

Kalo mslh utang piutang antar manusia gmn bang arly menurut ilmu kebenaran?

 

Kalau kita punya masalah utang-piutang antar manusia, atau sebenarnya permasalahan apa aja deh, langkah pertama selalu Kembali ke Subyek. Ingat, bahwa yang bikin kamu ada permasalahan dengan sesama manusia itu Allah juga, sehingga jawabannya juga Allah yang punya. Ingat, bahwa maksud Allah itu selalu pengambilan hak-hak prerogatif yang terlanjur kita gunakan sebelum ini. Ya dipikirin lah, ingat-ingat ke belakang, hak-hak Allah yang udah kita pakai dalam hubungannya dengan utang-piutang tersebut (atau permasalahan apapun itu). Setelah itu lepaskan. Dan minta tolong petunjuk bagaimana menyelesaikannya secara hubungan sesama manusia dengan benar di hadapan Allah. Kalau udah selesai sampai langkah ini, otomatis dari dalam akan ada yang membimbing kita sesuai dengan batas-batas kemampuan kita, karakter kita, level keimanan kita, sehingga permasalahan tersebut bukan sekedar selesai di antara sesama manusia, tetapi juga selesai di hadapan Allah. Kurang lebih begitu, kalau saya tuturkan jawaban dari Ibu Ririn. Perkara kembali ke Subyek juga akan dibahas di video selanjutnya. Akan ada contoh yang lain.

 

Luar biasa,..mkasih bang arly.. Ditunggu video brikutnya