FITRAPEDIA

  • Ahmad Arli Hikmawan

Mengapa tidak ada sosok manusia?

Mengapa ilmu kebenaran tidak memiliki sosok manusia sebagai pengajar?

Ada beberapa alasannya:

 

Alasan Pertama, karena ilmu kebenaran adalah ilmu bagaimana menjalani kehidupan sehingga hasilnya paling menguntungkan bagi roh manusia, bukan sekedar jasmani manusia. Atau dengan kata lain, bagaimana menjalani kehidupan agar lebih mengutamakan kedudukan manusia di hadapan Allah daripada kedudukan manusia di hadapan sesamanya, dengan tujuan agar amal ibadah dan perbuatan mulianya benar-benar diterima di sisi-Nya.

Nah, sudah disebutkan sebelumnya dalam surat Al Israa’ 85.

“Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: “Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit.” (QS:17:85)

Ayat di atas menjelaskan bahwa rasul manusia sejak awal hanya diberikan sedikit sekali pengetahuan mengenai roh. Hal itu karena sejak awal ilmu tentang roh ini akan dilewatkan melalui rasul Allah yang berasal langsung dari alam rohani, yaitu Malaikat Muqorrrobin.

Kemudian ada juga surat Al Hajj 75:

“Allah memilih utusan-utusan-(Nya) dari malaikat dan dari manusia; sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS:22:75)

Surat ini juga mendukung bahwa sejak awal Allah memiliki utusan berupa manusia dan utusan yang berupa malaikat.

 

Alasan Kedua, hal itu karena ada keterbatasan yang dimiliki pola pendidikan yang dilakukan melalui rasul manusia jika dibandingkan dengan rasul malaikat.

Perhatikan perbedaan pola pendidikan rasul manusia dengan rasul malaikat di bawah ini:

Ilmu kebenaran ibarat tempat menimba ilmu seperti perpustakaan gratis di internet. Siapapun, tidak peduli agama, ras, bangsa, dan negara boleh mempelajarinya tanpa adanya komitmen apapun di hadapan sesama manusia. Semua manusia murni mempertanggungjawabkan perbuatan mereka sendiri di hadapan Allah.

 

Alasan Ketiga, karena untuk lulus ujian kehidupan sangatlah sulit, membutuhkan kesadaran, ketabahan, dan kesabaran dan tidak mungkin bisa dilakukan tanpa bantuan dan bimbingan yang sangat spesifik sesuai dengan seluruh keterbatasan dan pilihan kehidupan yang diambil individu manusia. Hanya Malaikat Muqorrobin yang bisa menyediakan bimbingan semacam ini.

Keterangan lebih lanjut, silakan membaca "Di Antara Baik, Buruk, dan Benar"