FITRAPEDIA

  • Ahmad Arli Hikmawan

Mengapa Nur Muhammad tidak langsung muncul secara nyata?

Jika makhluk bernama Nur Muhammad ini benar-benar ada, mengapa mereka tidak langsung muncul di hadapan umat manusia dan mengambil alih kekuasaan di dunia ini secara nyata?

Hehehe.

Pertanyaan ini berulang kali saya tanyakan kepada mereka semua di masa lalu. Tau nggak apa jawaban mereka?

Ini kejadian beneran nih. Dalam perjalanan panjang bersama Nur Muhammad, saya berulang kali sebenarnya, berada di ambang jurang keputusasaan. Pada titik tersebut, keluhan yang selalu saya ucapkan kepada mereka, persis seperti pertanyaan ini: udahlah, kenapa nggak Abah atau Bapak aja yang turun sendiri ke alam nyata? Nggak kuat aku. Aku siap mati aja lah. Cabut aja deh nyawaku, cepet.

Setiap mendengar keluhan saya tersebut, tergantung Nur Muhammad yang mana, jawaban mereka beda-beda. Ada yang menjelaskan dengan cara yang lembut, ada yang pake ucapan yang kasar dan kejam, ada yang berusaha menjelaskan dengan tenang dan logis, dan ada yang saya curiga cuma jawab dengan omong kosong kayaknya, setelah saya pikir-pikir belakangan, supaya saya tetep mau jalan terus aja.

Hehehe..

Penjelasan resmi mereka, salah satunya yang saya ingat sekarang, adalah karena sinar mereka itu terlalu besar untuk dilihat manusia, silau nanti. Ibarat lampu mereka punya daya 5000 watt, sedangkan manusia kebanyakan hanya 5 watt, meskipun ada juga yang berkali lipat dari angka tersebut. Intinya, jika mereka muncul secara langsung, menampakkan identitas dan sosok mereka secara nyata, akibat buruk yang dihasilkan jauh lebih besar daripada manfaatnya.

Kira-kira begitu jawaban pertanyaan pertama, mengapa mereka tidak muncul langsung. Sedangkan pertanyaan kedua mengapa tidak mengambil alih kekuasaan, pertanyaan ini memiliki beberapa lapis jawaban.

Satu. Anda tahu dari mana mereka belum muncul secara nyata dan mengambil kekuasaan di dunia ini? Apakah karena mereka belum muncul di Youtube? Belum menjadi trending topic di Twitter atau Instagram? Belum memberikan pidato dalam konferensi di forum PBB?

Dua. Satu hal yang perlu Anda pahami adalah bahwa dunia ini tidaklah hanya terdiri dari makhluk-makhluk yang terlihat oleh mata. Dunia ini dipenuhi dengan roh-roh manusia yang telah mati di masa lalu yang terjebak di alam nyata ini karena tidak mampu melepaskan nafsunya akan kehidupannya di dunia nyata. Mereka secara langsung mempengaruhi keputusan-keputusan manusia yang masih hidup. Dunia ini dipengaruhi oleh makhluk-makhluk tersebut yang memiliki ilmu kesaktian, yang biasa saya sebut Siluman. Dunia ini juga dipengaruhi oleh makhluk lain yang juga memiliki kesaktian, yang saya sebut "Malaikat". Penjelasan lebih lengkap silakan menonton seri "Malaikat, Manusia, dan Siluman."

Oleh karena itulah kedamaian sangat sulit tercipta di dunia ini.

Dengan adanya kemajuan teknologi yang pesat, Anda mungkin mengasumsikan bahwa kepercayaan-kepercayaan yang berkutat pada mistisisme, serta keyakinan-keyakinan beragama tidak lagi relevan di masa kini. Manusia telah mencapai sebuah prestasi yang sama sekali tidak pernah terbayangkan bahkan oleh para Nabi dan Rasul.

Yang belum Anda ketahui adalah kemajuan teknologi ini, juga merupakan bagian dari rencana Nur Muhammad sejak awal. Penemuan sumber energi baru? Penemuan teknologi baru dalam revolusi industri? Penemuan teknologi baru dalam revolusi informasi dan internet? Semua itu masih berada dalam rencana mereka.

Sebenarnya semua teknologi tersebut pun asalnya dari alam rohani.

Jadi, jika Anda beranggapan bahwa hanya ilmu kesaktian, ilmu yang melewati batas-batas kemampuan manusia tapi bisa manusia lakukan tanpa alat apapun yang merupakan bagian dari kekuasaan Allah Yang Maha Segala, Anda salah besar.

Kembali ke pertanyaan awal, "Mengapa Nur Muhammad tidak mengambil kekuasaan atas dunia ini secara langsung?" jawabannya adalah sudah. Masalahnya Anda hanya tidak dapat melihatnya.

Tiga. Salah satu permasalahan paling awal yang dihadapi oleh Nur Muhammad, ketika mereka berusaha mengajarkan umat manusia untuk mengenali kekuasaan Yang Maha Esa, adalah kecenderungan manusia untuk mengkultuskan sosok mereka. Kecenderungan bagi umat manusia untuk menyembah mereka dan mengharapkan solusi atas segala permasalahan kehidupan dengan melakukan penyembahan tersebut. Manusia menjadi malas.

Hal ini mengakibatkan manusia justru semakin jauh dari tujuan awal dan akhir penciptaan mereka.

Ini salah satu alasan mengapa mereka enggan menampakkan diri secara nyata sebagaimana sosok mereka sesungguhnya.

Anda harus mengerti bahwa tujuan mereka bukanlah menghilangkan penderitaan ataupun kesengsaraan di dunia ini. Melainkan memastikan dalam roda perputaran kehidupan umat manusia, manusia selalu melangkah lebih maju, semakin dekat dengan tujuan penciptaannya. Bagi mereka tidak masalah jika tujuan mereka tersebut justru akan tercapai melalui penderitaan tiada akhir bagi umat manusia.

Oleh karena itulah, sangat penting bagi manusia untuk menjaga kelestarian alam ini. Sebab lestari atau penuh bencana, keduanya sama-sama merupakan ujian bagi setiap individu manusia yang hidup di dalamnya. Saya sih lebih suka menjalani kehidupan jika dunia ini lestari daripada selalu dipenuhi bencana akibat kesalahan manusia sendiri.

Bagaimana dengan Anda?

Sebagian besar manusia, terutama yang seumuran saya, berpikir bahwa karena hidup cuma sekali, mereka dengan serakah mengambil sumber daya alam tanpa ada pengendalian diri, tanpa peduli konsekuensinya bagi generasi penerus mereka. Hehe... Mereka sama sekali nggak berpikiran, bahwa hal tersebut justru memperbesar kemungkinan mereka dilahirkan kembali untuk melanjutkan sekolah kehidupan, dalam kondisi alam yang sudah rusak akibat perbuatan mereka sendiri di kehidupan sebelumnya.