FITRAPEDIA

  • Ahmad Arli Hikmawan

Malaikat Muqorrobin

Malaikat Muqorrobin merupakan anak-anak (atau serpihan roh) dari Jibril, serupa dengan fitrah umat manusia yang merupakan gabungan serpihan dari Ifrit, Khidir, Adam, dan Eva, yang telah dipersiapkan dan ditugaskan untuk membantu umat manusia agar bisa mencapai tujuan penciptaan mereka di alam nyata, yaitu menjadi pemimpin bagi nafsu.

Selama ini kebanyakan manusia hanya dikenalkan pada utusan Allah berupa manusia (rasul dan nabi) yang digunakan sebagai lewatan menurunkan ilmu agama alias ilmu kebaikan, yang mengutamakan hubungan sesama manusia (ayat tersurat). Tujuan utamanya adalah mengenalkan manusia pada Sang Maha Pencipta yang Satu, bahwa Dialah yang menciptakan alam semesta beserta isinya, dan kewajiban manusia adalah untuk merendahkan diri kepada-Nya. Bekal tersebut diharapkan mampu memposisikan manusia untuk selalu mendapatkan pertolongan Allah berada di jalan yang lurus dalam mengisi kehidupannya.

Secara teori agama memang tampak sempurna, terutama bagi pengikutnya. Tetapi kenyataan pahitnya adalah tidak ada manusia yang mampu mempraktekkannya dengan benar. Mengapa? Hal itu karena setiap individu manusia memiliki musuh besar yang ada di dalam dirinya sendiri: nafsu yang selalu mengotori hatinya, mendorongnya untuk cenderung menyaingi Allah, menggunakan hak-hak yang sejatinya hanya milik Allah. Semua itu mendorong manusia menjauh dari pertolongan Allah.

Di zaman kebenaran inilah, untuk menanggulangi hal tersebut Allah menurunkan pertolongan-Nya melalui Malaikat Muqorrobin agar manusia mampu mengendalikan nafsunya, mendorong fitrah sebagai pemimpin dan pengendali hatinya. Hal itu karena hanya fitrahlah yang mampu membersihkan hati manusia. Sesuai dengan firman Allah sebagai berikut.

"Allah memilih utusan(Nya) dari malaikat dan dari manusia; sesungguhnya Allah Maha Mendengar dan Maha Melihat." (Al Hajj: 75)

Pada detik ini, di dalam setiap individu manusia sudah terkandung Malaikat Muqorrobin. Jenisnya dan kualitasnya tergantung tingkat keikhlasan manusianya.

 

Apa saja jenis Malaikat Muqorrobin dan apa tugas mereka?

Malaikat Muqorrobin (MM) merupakan malaikat yang diturunkan secara khusus dengan misi membantu setiap individu manusia untuk melaksanakan ilmu kebenaran. Mereka memiliki 4 jenis dengan tugas yang berbeda-beda, yaitu MM Yassin, MM Nurani, MM Lummah, dan MM Syariat.

MM Yassin akan masuk ke dalam setiap individu manusia tanpa kecuali untuk menaklukkan roh-roh yang mengikuti atau menyatu dengan jasmani manusia yang masih hidup agar mau melepaskan diri dan mau dibawa kembali ke alam tempat mereka seharusnya berada. Roh-roh ini merupakan manusia yang ketika meninggal dunia memilih untuk menoleh ke belakang daripada langsung memenuhi panggilan kematian.

Hal ini akibat mereka memilih rasa ikhlas yang rendah sepanjang kehidupannya sehingga ketika tiba waktunya untuk pergi, mereka justru berusaha kembali ke alam nyata untuk mengejar ambisi mereka yang belum terpenuhi. Mereka yang terinfeksi dengan penyakit dendam misalnya, akan mencari manusia yang masih hidup yang bisa dikendalikan untuk membalaskan dendamnya. Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa roh-roh semacam ini merupakan salah satu alasan utama mengapa di dunia tidak pernah bisa terwujud kedamaian.

Ketika roh-roh tersebut mau dibawa ke alamnya tanpa perlu paksaan, maka MM Nurani-lah yang bertugas menggiring roh-roh yang mau pergi dari alam nyata dengan penuh kasih sayang dan pengertian.

Setelah keduanya berhasil menggiring roh-roh tersebut untuk berhenti mempengaruhi manusia yang masih hidup dan kembali ke alamnya, masuklah MM Lummah yang akan mengajarkan manusia bagaimana mendapatkan nilai ikhlas yang tinggi setiap kali dihadapkan pada ujian kehidupan dari Allah. Proses ini akan terbantu apabila manusianya mau membaca dan melaksanakan pedoman yang terangkum dalam buku-buku Ayat Tersirat ini.

Kemudian setelah MM Lummah berhasil masuk 60%, maka yang terakhir MM Syariat baru mau masuk ke dalam manusia untuk memulai proses perubahan: proses panjang untuk mengubah segala sesuatunya dari manusia tersebut dari manusia yang baik ataupun buruk di hadapan manusia, menjadi manusia yang benar di hadapan Allah.

Malaikat Muqorrobin juga mempunyai tingkatan yang berbeda-beda tergantung dari level keimanan manusianya. Manusia yang tingkatannya SD akan mendampingi juga Malaikat Muqorrobin level SD. Hal ini karena MM dengan tingkatan lebih tinggi memiliki standar dalam segala hal yang lebih tinggi juga sehingga jurang di antara level manusia-malaikat dapat menyebabkan manusia memiliki dorongan melakukan tindakan yang tinggi nilainya di hadapan Allah namun dengan keikhlasan yang relatif masih rendah. Hal ini mengakibatkan ibadah tersebut kemungkinan besar akan menjadi sia-sia, tidak ada nilainya di hadapan Allah.

Bimbingan MM sesuai dengan tingkat keimanan manusia inilah yang akan mendorong setiap individu menyelesaikan ujian yang diberikan Allah untuk meningkatkan keimanannya dengan nilai yang memuaskan (lulus). Mereka yang mampu lulus merupakan manusia yang akan selalu diberi petunjuk menjadi manusia yang benar baik saat masih hidup maupun setelah mati.

 

Apa hubungan antara Malaikat Muqorrobin dengan Nafsu?

Di zaman kebenaran para malaikat diturunkan dengan tujuan utama membantu manusia agar segala amal ibadahnya diterima oleh Allah. Allah menurunkan ilmu-Nya melalui para malaikat dan melalui mereka akan menyadarkan manusia bahwa ibadah kepada Allah adalah kepentingan bagi manusia sendiri. Di saat bersamaan, manusia yang dikendalikan nafsu ketika wafat, yang disebut sebagai roh-roh gentayangan, di zaman kebenaran diberikan tugas sebagai pemberi hukuman bagi manusia yang mereka ikuti atau tempeli sebelumnya agar mau bertobat.

Malaikat Muqorrobin memiliki tugas murni untuk membantu manusia tidak peduli agama apa yang dipeluk dan di manapun ia berada agar bisa melaksanakan ibadah baik secara rohani maupun jasmani dalam dan luar, sehingga segala tindakan, amal perbuatannya diterima oleh Allah sekaligus menjadikannya manusia yang berakhlak mulia.

Dengan bantuan MM, manusia akan dibimbing untuk selalu melakukan ibadah dengan niat hanya karena Allah semata. Apabila ia berhasil melaksanakan ujian-ujian kehidupan dengan nilai yang memuaskan, manusia pun akan mampu menyembuhkan penyakit di dalam hatinya ketika masih hidup. Kondisi tersebut otomatis membuat semua amal ibadahnya diterima sehingga Allah pun akan berkenan menurunkan keberkahan-Nya.

Meskipun begitu, manusia sebagai makhluk yang sempurna diberikan kebebasan untuk memilih dan menentukan arah kehidupannya, mau tinggal kelas atau naik kelas.