FITRAPEDIA

  • Ahmad Arli Hikmawan

Kehendak Sang Pencipta dalam Memilih Peran bagi Nur Muhammad

Kejadian ini merujuk pada rangkaian pemilihan peran yang dilakukan Yang Maha Kuasa kepada kelima Nur Muhammad.

Ujian Pertama

Larangan Yang Maha Kuasa kepada Nur Muhammad untuk tidak menggunakan roh suci mereka sebagai bahan eksperimen di alam nyata. Karena hanya Jibril yang lulus ujian ini, maka Jibril mendapatkan peran sebagai Nur alias Cahaya. Sedangkan Ifrit, Khidir, Adam, dan Eva akan mendapatkan kesempatan untuk mengalami sendiri konsekuensi dari perbuatan mereka dengan dipaksa turun ke alam nyata.

Ujian Kedua

Perintah bagi Ifrit, Khidir, Jibril, dan Eva untuk menyembah saudara sekaligus rival mereka sendiri, Adam yang diberikan beberapa kelebihan dibandingkan mereka berempat. Karena Ifrit menolak dan memberikan alasan yang kurang tepat, ia mendapatkan peran antagonis.

Ujian Ketiga

Perintah bagi Khidir, Jibril, Adam, dan Eva untuk menahan diri dari rasa ingin tahu dan haus akan kekuasaan yang berlebihan. Eva dan Adam tidak bisa menahan diri dari keserakahan sehingga mendapatkan peran protagonis dalam cerita tragis (tragedi), orang tua bagi seluruh umat manusia.

Ujian Keempat

Ketiadaan perintah bagi Khidir justru mendorongnya untuk turun ke alam nyata mengikuti ketiga saudaranya.