FITRAPEDIA

  • Ahmad Arli Hikmawan

Arti Tersirat Berkorban

Salam Bu Ririn .. sebelumnya saya mau tanya saya sempat baca bukunya Bu Ririn yg judulnya "ayat tersirat Alquran Fatihah dan juzamma" surat Al Kautsar ayat 2 kan ada perintah sholat dan berkurban .. di situ diterangkan berkorban yg di maksud adl manusianya sendiri .. berarti kita nggak perlu berkorban hewan atau gimana maksudnya bu? Trimakasih sebelumnya

 

Salam. Saya Arli, ngomong-ngomong. Yang menjadi moderator dan menjawab semua komentar di sini. Korban. Ceritanya panjang, tetapi singkatnya begini. Sejak awal zaman, ketika datang perintah dari YMK, yang disampaikan lewat Jibril ke Khidir, kemudian dari Khidir ke saudara-saudaranya, kemudian dari Ifrit, Adam, dan Eva ke nabi mereka masing-masing, kemudian dari nabi mereka ke umat manusia, atau berbagai macam cabang dari rangkaian informasi tersebut yang terpecah di tengah-tengah; sebenarnya, maksud dari berkorban itu, bahasa rohaninya yang berusaha disampaikan oleh Jibril ke Khidir, adalah agar manusia mengorbankan nafsunya. Nah, wujud dari nafsu rasa aku, rasa suci, dan rasa minta puji kan berbagai macam bentuknya. Bisa berupa harta, benda, manusia, atau sekedar konsep kebanggaan semu bahkan, yang nggak bisa dimakan atau dipakai mencari makan. Itulah yang harus dikorbankan sebenarnya, nafsu yang bisa berwujud menjadi berbagai macam bentuk. Dan di zaman dahulu, ketika kekayaan seorang manusia diukur berdasarkan jumlah ternak yang dimilikinya, (dan karena keempat Muhammad terbiasa menggunakan bahasa jasmani di alam nyata ini, sedangkan Jibril selalu menggunakan bahasa rohani) artinya jadi bergeser: menjadi korban hewan ternak. Oleh karena itulah, jika kita baca pakai kacamata ilmu kebenaran, korban itu wujudnya bisa berbeda-beda, tergantung nafsu individu manusia masing-masing. Sebagaimana sudah kita bahas di buku dan video-video sebelumnya. Terus bagaimana mengorbankannya? Ya ketika diambil kembali oleh YMK, entah melalui cara apa, kita harus mau merelakannya, melepaskan hak-hak prerogatif Allah yang terlanjur kita pakai dan mewujud menjadi berbagai macam bentuk tersebut. Begitu kira-kira penjelasannya, arti tersirat dari korban.

 

Pak saya mau menambahkan pertanyaan, jadi besok pas idul adha kita sebagai muslim yang sudah mampu biasanya dianjurkan korban hewan ternak, terus kalau melihat keterangan diatas berarti korban hewan tidak perlu dilakukan atau tetap korban hewan tetapi dengan niat untuk membunuh nafsu kita, terimakasih

 

Ya. Tergantung dorongan dari dalam aja. Kalau memang melaksanakan, lakukanlah dengan niat karena Allah semata. Kalau nggak, sama juga, lakukan dengan niat karena Allah semata. Apa maksudnya? Maksudnya adalah bahwa tindakan apapun yang kita pilih pasti akan melahirkan ujian untuk mengambil hak-hak prerogatif Allah. Yang berbeda dari kedua pilihan tersebut hanyalah bentuk ujiannya. Jangan sampai tertipu nafsu sehingga merasa bahwa dengan berkorban udah pasti langsung diterima, dan sebaliknya jika tidak berkorban berarti tidak akan ada konsekuensinya (ujiannya). Apa bentuk ujiannya? Misalnya, jika Anda memilih berkorban, pasti akan ada orang yang tahu berapa jumlah nominalnya. Apa reaksi mereka terhadap jumlah tersebut bisa jadi ujiannya. Kalau mereka menganggap itu sedikit, bisakah Anda terima dengan ikhlas jika direndahkan? Jika banyak, bisakah Anda terima pujian tersebut tetapi tidak sampai naik ke kepala? Atau jangan-jangan Anda niatnya sejak awal jumlahnya agak banyak, melebihi kemampuan Anda sendiri, supaya nggak dibilang pelit? Ya, ini hanyalah beberapa contohnya aja. Semakin dalam Anda menyelami pikiran Anda sendiri, semakin banyak pula pertimbangannya. Jika ingin ibadah tersebut memiliki nilai di hadapan YME, setiap bisikan nafsu itu silakan dikenali, ditandai, dan kemudian ditaklukkan jika mereka mulai bergeliat.